Mafia BBM Subsidi di Sukabumi Ditangkap Polisi, Begini Modusnya

Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin saat memperlihatkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan
RILIS : Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin saat memperlihatkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan di Halaman Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (1/12). (Foto: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Tiga pria berinisial AG (35), YAS (39) dan S (21) harus rela mendekam di hotel prodeo setelah jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang terjadi pada 27 November 2022 lalu.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, ketiga pria tersebut memiliki peran yang berbeda. AG misalnya, pria kelahiran Madura ini sebagai koordinator. Sementara, YAS yang merupakan kelahiran Lampung sebagai sopir truk Colt Diesel dan tersangka S kelahran Lampung ini juga merupakan sopir truk Box Isuzu. Ketiganya, berhasil diringkus Polisi sekira pukul 16.00 WIB pada Minggu 27 November di Kampung Babakan RT4/2, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY Zainal Abidin mengungkapkan, penangkapan para pelaku tindak kejahatan ini bermula dari laporan masyarakat sehingga jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota segera turun tangan hingga melakukan penangkapan para pelaku.

“Dalam pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM subsidi ini, ada tiga tersangka yang sudah kami amankan. Adapun, pria berinisial AJ (44) sebagai pemodal hingga saat ini masih DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkap Zainal kepada Radar Sukabumi, Kamis (1/12).

Zainal menerangkan, modus operandi para tersangka ini yakni, tersangka S membeli bahan bakar solar bersubsidi dibeberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sukabumi menggunakan kendaraan mobil box yang tangki bahan bakarnya sudah di modifikasi dengan jalurselang.

“Solar yang sudah berada di dalam tanki tersebut kemudian dipindahkan dengan cara disedot menggunakan mesin pompa kedalam empat buah toren kapasitas 1000 liter yang berada di dalam box mobil tersebut,” terangnya.

Setelah solar bersubsidi terisi penuh kedalam empat toren, sambung Zainal, tersangka s mendatangi YHS dan AG untuk memindahkan solar kedalam tanki buatan kapasitas 8000 liter yang berada diatas truk Colt Diesel bernopol BE 9621 GP menggunakan alat berupa mesin pompa dan selang plastik.

“Semua kendaraan untuk membeli solar bersubsidi tersebut sudah dimodifikasi untuk mengelabui petugas SPBU,” cetusnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *