“Saya kira kalau berangkat agak siang akan lancar, ternyata tetap padat. Saya terjebak sekitar satu jam setengah hanya untuk bisa keluar ke arah Parungkuda,” keluhnya.
Hal senada diungkapkan Tuti, warga Jakarta lainnya. Ia berharap ada solusi permanen untuk mengatasi kemacetan Jakarta–Sukabumi setiap kali libur panjang. “Tadi antre sampai 1 jam 15 menit. Kalau libur panjang selalu begini, harus ada solusi jalur ini,” paparnya.
Dampak kemacetan juga dirasakan sopir angkutan umum lokal. Yana, seorang sopir angkot, menyebut waktu operasionalnya terganggu. “Iya, karena kemacetan dari arah Cicurug menuju Parungkuda mencapai lebih dari dua jam,” pungkasnya.(den/d)






