“Soal berita tersebut kususnya, kami yakini teman-teman jurnalis ahlinya. Yang penting kan tidak menghilangkan substansi pernyataan yang disampaikan narasumber. Atas persoalan ini, kami berharap Humas lebih elok dan berbenah diri,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah Kabag Humas Risbandi enggan memberikan tanggapan lebih jauh terkait pemberitaan tersebut. “Iya saya lihat di medsos ini senter diperbincangkan, tp alangkah eloknya ketika akan membuat berita tersebut bisa dikominikasikan terlebih dahulu,”tandasnya.
Ditempat terpisah, Bayu Nugraha selaku Ketua Sekjen Indonesia Bersatu (IBR) Sukabumi sangat kecewa dan merasa sedih akan statement seorang bupati yang mengutip bahasa bahwa pendemo berujung dengan proyek.
“Bupati disini adalah publik figur yang harus santun dan elegan dalam berturur kata, dalam menyikapi ini kami nilai Bupati telah mencederai nilai-nilai demokrasi di negara ini,”ujar Bayu dalam pesan Whatsappnya.
Saya selaku putra daerah, berkewajiban menyikapi persoalan ini, pasalnya ini sudah menyinggung para aktivis dan organiasi kemasyatakan yang sering mengkritik kinerja pembanguan di Kabupaten Sukabumi.
“Meski tidak menyebut dari kalangan mana, sudah sangat jelas melukai perasaan dan mencederai nilai-nilai perjuangan para aktivis. Kalaupun bupati mengatakan bahwa pendemo ujungnya proyek tolong sebutkan siapa dan darimana pendemo nya,”tegasnya.





