SUKABUMI – Diusianya yang delapan, organisasi kewartawanan Sukabumi Journalist Forum atau biasa disingkat SJF memiliki formasi pimpinan baru hasil pemilihan dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di sebuah hotel berbintang di kawawsan Jalan Suryakencana, Kota Sukabumi, belum lama ini.
Adalah Tony Kamajaya. Jurnalis yang saat ini bertugas di sebuah media online Group Jawa Pos tersebut terpilih sebagai ketua SJF, setelah menanggalkan jabatan sebelumnya yakni sebagai sekretaris SJF yang telah diembannya selama delapan tahun terakhir.
Sementara pada jabatan sekretaris, mayoritas anggota SJF yang berjumlah 23 orang sepakat untuk memilih Anza Suseno. Pada priode sebelumnya, jurnalis Trans TV ini duduk dalam kepengurusan SJF pada Divisi Pelatihan dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Pimpinan Sidang Mubes Ke III SJF, Muhamad Akasah menerangkan duet Tony – Anza ini terpilih melalui mekanisme pemungutan suara berupa voting tertutup dengan masing-masing raihan suara terbanyak. Keduanya akan menjalani fungsi kepemimpinannya untuk priode 2018-2020.
“Sesuai dengan AD/ART, pemilihan dua unsur pimpinan ini digelar melalui pemungutan suara yang berbeda. Secara teknis forum mubes terlebih dahulu menentukan calon ketua, setelah itu pemungutan suara dilakukan untuk kursi sekretaris,” jelas Akasah.
Ketua Dewan Pertimbangan SJF, Fitriansyah Nachrowi mengakui jika mekanisme pemilihan pimpinan organisasinya ini sangat berbeda dibandingkan kebiasaan organisasi pada umumnya yang hanya menentukan calon ketua saja.
“Pemungutan suara dilakukan sebanyak dua kali untuk dua jabatan yang berbeda meliputi jabatan ketua dan sekretaris. Mekanisme pemilihan seperti ini sengaja dibuat sebab hakekatnya SJF terbentuk dari dua unsur media yakni media televisi dan media cetak yang didalamnya mencakup radio dan online,” beber mantan ketua SJF priode lalu ini.
Sementara Ketua SJF terpilih, Tony Kamajaya mengatakan pasca pelaksanaan mubes ini, terdapat tiga program utama yang menjadi tugas pimpinan baru, satu diantaranya adalah program jangka pendek yaitu meningkatkan kwalitas dan pengetahuan jurnalistik bagi para anggota organisasi. “Upaya untuk mewujudkan program yang satu ini, SJF tengah membangun komunikasi dengan Aliansi Jurnalis Independen atau AJI. Dalam waktu dekat ini kami segera meleburkan diri dengan organisasi tersebut,” ujarnya. (*)



