Selain itu, Riki saat ini tengah melakukan pemetaan untuk mengantisipasi adanya travel gela. Termasuk, maraknya penawaran jasa transportasi travel Jabodetabek menuju Sukabumi di media sosial (medsos).
“Jika kedapatan tentu kita akan berikan tilang. Kami berharap kepada masyarakat untuk mematuhi larangan dari pemerintah untuk tidak mudik. Tujuannya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” tutup Riki.
Sebanyak 427 personel Polres Sukabumi Kota, mulai siaga melakukan penyekatan untuk mencegah adanya pergerakan mudik yang masuk ke wilayah Kota Sukabumi menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni juga mengatakan, delapan titik pos penyekatan dan pengamanan tersebar di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
“Pos penyekatan difokuskan di pintu masuk ke wilayah Sukabumi, seperti di Sukalarang, Cemerlang, Jubleg, Terminal KH. Ahmad Sanusi, Bundaran Sukaraja, Situgunung dan Selabintana. Sedangkan dipusat keramaian di Jalan Jendral Ahmad Yani,” kata Sumarni.
Dalam kegiatan awal, sekitar 108 personil dilibatkan, sedangkan dalam Operasi Ketupat 2021 ada sebanyak 427 anggota akan terjunkan dalam pengamanan jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. “Nantinya masing-masing setiap pos pengamanan dan penyekatan itu akan dijaga 10 hingga 15 personil, serta mereka akan berjaga selama 24 jam,” ujarnya.
Sumarni menambahkan, apabila nantinya ada warga dari luar daerah yang hendak masuk ke wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, akan dilakukan pengecekan keperluannya. Bila tidak mematuhi syarat, maka akan diputar balikan.
“Petugas tidak akan memberikan toleransi bagi masyarakat yang mau mudik, sehingga akan di putar balik,” paparnya.
Sumarni kembali menghimbau, masyarakat yang hendak melakukan mudik agar mengurungkan niatnya karena setiap perbatasan akan dijaga ketat.”Saya meminta masyarakat untuk bisa menahan diri, sesuai dengan peraturan dari pemerintah agar tidak melakukan mudik, karena saat ini masih dalam kondisi pandemi,” pungkasnya. (cr1/bam/t)






