BERITA UTAMA

Lapor! Sekolah Swasta di Sukabumi Terancam Sepi dan Tutup Akibat Kebijakan KDM

×

Lapor! Sekolah Swasta di Sukabumi Terancam Sepi dan Tutup Akibat Kebijakan KDM

Sebarkan artikel ini
FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI TERDAMPAK : Suasana sekolah SMK Ar-Rahmah, di Jalan Nasional Sukabumi-Cianjur, Cirumput, Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, terdampak dari kebijakan Gubernur Jabar.
TERDAMPAK : Suasana sekolah SMK Ar-Rahmah, di Jalan Nasional Sukabumi-Cianjur, Cirumput, Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, terdampak dari kebijakan Gubernur Jabar.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menaikkan kapasitas rombongan belajar menjadi 50 siswa per kelas, mulai menuai sorotan, khususnya dari pihak sekolah swasta. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMK Ar-Rahmah di Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Kebijakan tersebut diterapkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, dengan tujuan memperluas akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah. Namun, pelaksanaannya di lapangan memunculkan tantangan baru, terutama bagi sekolah swasta yang mulai kehilangan peminat.

Bank bjb Tandamata

Kepala SMK Ar-Rahmah, Ujang Ruswandi, mengungkapkan bahwa sekolahnya hanya menjaring 10 siswa baru tahun ini—menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 27–30 siswa.

“Kebijakan ini memang bertujuan baik, tapi dari sisi pembelajaran, peningkatan jumlah siswa menjadi 50 per kelas justru berisiko menurunkan kualitas belajar,” ujar Ujang, Selasa (15/7).

Ujang menyebutkan bahwa sebelumnya, dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah ideal siswa per kelas adalah maksimal 36 orang. Menurutnya, lonjakan jumlah siswa akan mengurangi efektivitas pembelajaran dan menyulitkan guru dalam menjalankan proses belajar-mengajar secara optimal.

“Ini bukan sekadar angka. Tapi soal interaksi dan perhatian yang bisa diberikan guru pada tiap siswa. Jumlah 50 itu jauh dari ideal,” tegasnya.