Lapor…. Kebijakan Berubah lagi, Mudik Lokal di Jabodetabek Kini Dilarang

  • Whatsapp
KETAT : Petugas Polresta Bogor Kota saat menyosialisasikan larangan mudik. (Foto Humas Pemkot Bogor)

Keputusan Satgas Covid-19 yang dadakan ini bakal membuat kepala daerah pusing. Lantaran di beberapa kesempatan, baik Bupati Bogor Ade Yasin selalu menegaskan bahwa mudik di wilayah Jabodetabek diperbolehkan. “Dari luar Jabodetabek tidak diperbolehkan masuk ke Bogor meskipun sudah membawa surat hasil negatif rapid test antigen,” ujar Ade Yasin belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Begitu juga dengan dan Wali Kota Bogor Bima Arya. “Kepada warga Kota Bogor dilarang untuk mudik, kecuali dalam kawasan Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi),” ungkap Bima.

Kebijakan pemerintah terkait mudik sejatinya sudah mendapat kritik keras dari Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Dia menilai, sikap pemerintah terkait mudik Lebaran 2021 terkesan plin-plan. “Titik kritisnya pada kebijakan maju mundurnya pemerintah. Kebijakan plin-plan mempengaruhi ekspektasi dunia usaha khususnya sektor tertentu yang sebelumnya berharap ada kenaikan penjualan saat mudik diperbolehkan,” kata Bhima dinukil dari Jawa Pos (Group Radar Bogor)

Dia mengatakan, dampak kebijakan ini juga membuat beberapa sektor industri yang sempat optimis menjadi pesimis. Misalnya saja sektor pengusaha fashion. Kebanyakan mereka juga sudah memiliki stok bahan baku dan mendesain baju lebaran. Akibat adanya larangan mudik yang plin-plan maka mereka menanggung kerugiannya. “Ada juga yang siap merekrut karyawan yang sempat di PHK dengan harapan penjualan semasa mudik naik maka butuh tambahan tenaga kerja. Nah kerugian itu kalau ditotal tentu besar sekali akibat ketidakpastian kebijakan,” jelas dia

Sementara itu, Wakapolda Jawa Barat (Jabar), Brigjen Pol Eddy Sumitro mengakui, situasi di Kota Bogor sudah cenderung lancar. Sejauh ini, ia mencatat ada sekira 17 ribu kendaraan yang telah diperiksa personel kepolisian di Jawa Barat. Sebanyak 5.000 diantaranya telah diputar balik. Kendaraan-kendaraan itu yang berasal dari wilayah aglomerasi dan melintasi Jabar.

“Semua titik kita prioritaskan dan semua berpotensi, baik itu jalan tikus maupun jalan utama. Kita ada 17 ribu personel. Pokoknya tujuannya untuk menyelamatkan masyarakat dengan mencegah Covid-19, bukan memperlancar arus. Beda dengan tahun-tahun dulu, makanya kita sekarang ada penyekatan itu,” tegas Eddy.

Di bagian lain. pemberlakuan larangan mudik belum berjalan maksimal di hari pertama kemarin. Ada beberapa pos penyekatan yang tidak dijaga seharian. Akibatnya, banyak pengendara yang keluar masuk melewati perbatasan tanpa melalui pemeriksaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *