Kunyit Melejit di Masa Covid, Dipercaya Berkhasiat untuk ini

  • Whatsapp
MENUJUKAN : Salah seorang petani saat menunjukan tanaman obat kunyit, sejak Covid-19 mewabah, tanaman biofarmaka baik tanaman obat maupun tanaman rimpang menjadi salah satu alternatif pengobatan

SUKABUMI — Mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia sejak satu tahun silam membuat masyarakat khususnya di Kabupaten Sukabumi cemas atas kesehatannya, banyak cara yang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya dengan menciptakan ramuan alami dari jenis tanaman yang dijadikan obat alternatif.

Salah satunya, tanaman kunyit dimana diketahui permintaan jenis tanaman rimpang ini mengalami lonjakan. Duden, salah satu pembudidaya kunyit di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi mengungkapkan, permintaan kunyit sejak pendemi covid-19 melanda di Kabupaten Sukabumi terus meningkat. Permintaan kunyit kepada para petani datang dari berbagai daerah.

Bacaan Lainnya

“Sekarang ini kunyit lagi banyak permintaan alias laris, alhamdulillah dampak baiknya ada terhadap petani di desa kami, mungkin karena banyak digunakan untuk obat-obatan tradisional,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Sabtu (20/2/2021).

Selain menanam padi, mayoritas petani di desanya ini membudidaya kunyit. Karena memang,secara geografis tanaman kunyit cukup cocok di Sukabumi yang memiliki iklim tropis. Pihaknya juga mengaku, telah mendapatkan pembinaan dari para penyuluh lapangan dalam hal pembudidayaan kunyit ini.

“Kalau kebun kunyit cukup luas pak sudah hektaran, karena memang para petani pun cukup fokus. Setiap musim panen, lamaya itu satu tahun hasilnya cukup melimpah dan kualitas kunyitnya bagus, mudah-mudahan jenis tanaman obat ini bisa menjadi salah satu jalan kesejahteraan bagi para petani,” tutupnya.

Sementara itu, Riza, penjual kunyit mengaku, cukup kewalahan atas permintaan kunyit ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, saat ini pihaknya tengah berhubungan langsung dengan eksportir kunyit ke berbagai negara.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *