Maaih kata Dewi, suaminya baru bekerja menjadi Satpam 4 sampai 5 bulan sebelumnya bekerja di Bogor di salah satu perusahaan juga sebagai security, Ia menikah dengannya sudah 7 tahun dengan memiliki seorang anak hasil pernikahannya, dan ditambah anak sambung 3 orang paling besar 24 tahun, kedua 17 tahun paling kecil 6 tahun.
“Ya Allah orang nya (Korban) penyayang, bertanggung jawab kepada keluarga, gak pernah neko neko orang nya, sama anak anak juga, selalu mementingkan anak anak dari pada kita orang tuanya, makanya pas dengar kabar itu, ya allah, kaget banget kehilangan, mana anak saya masih kecil, ya allah ya rabb,” paparnya.
“Harapan saya pengen keadilan, dihukum seberat beratnya, saya gak ikut pemakaman, gak kuat lemas, firasat gak ada, cuman pas malam anak saya nangis, setengah dua malam, nangis katanya lihat hantu di pojokan lemari, saya tenangin tidur lagi, saya tidur paginya gak ada firasat apa apa, tau tau dapat kabar suami meninggal dunia,” imbuhnya. (ndi/d).






