Hal senada diungkapkan oleh Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage, Titi Surti Nastiti. Menurutnya, pengembangan bahasa ibu harus terus dilakukan, apalagi jika dikaitkan dengan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional.
Menurut Titi, selama 33 tahun sejak 1989, pihaknya yelah menyelenggarakan Hadiah Sastra Rancage untuk bahasa-bahasa daerah di Indonesia, antara lain Sunda, Jawa, Bali, Madura, Batak, Lampung, Banjar, Madura. Dirinya mengamati bagaimana literasi dalam bahasa daerah tumbuh dan berkembang.
“Itu merupakan upaya pemeliharaan bahasa ibu yang nyata. Alhamdulillah, di tengah berbagai keterbatasan, Yayasan Kebudayaan Rancag3 masih bisa menyelenggarakan acara tersebut secara konsisten setiap tahun,” ungkap Titi yang juga putri mendiang Ajip Rosidi.
Sebagai informasi, yayasan Kebudayaan Rancagé didirikan oleh budayawan Indonesia, Ajip Rosidi, tokoh paling penting dalam pemeliharan bahasa-bahasa daerah di Indonesia.(jpg)






