Komnas HAM : Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI, Ada Pelanggaran Pidana ?

  • Whatsapp
pelecehan seksual.
Ilustrasi pelecehan seksual. (Istimewa/Antara)

JAKARTA -– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengakui, pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS pernah melaporkan dugaan pelecehan seksual pada Agustus 2017 lalu. Komnas HAM mengaku, dalam laporan tersebut terdapat dugaan pelanggaran pidana.

“Benar MS pada Agustus 2017 itu sudah mengadu terkait peristiwa yang dialami via email dan kemudian direspon bagian pengaduan Komnas HAM September 2017 yang intinya bahwa stelah menganalisa materi aduan yg ada itu menyimpulkan ada indikasi tindakan pidana terkait aduan tersebut,” kata Komisioner Komnae HAM, Beka Ulung Hapsara di kantornya, Kamis (2/9).

Bacaan Lainnya

Sehingga Komnas HAM saat itu merespon, agar korban melaporkan ke aparat penegak hukum terkait dugaan pelecehan seksual tersebut. Hal ini agar, apa yang dialami MS segera direspon oleh aparat. “Itu proses yang ada di Komnas HAM,” papar Beka.

Meski demikian, Beka menyatakan saat itu pihaknya tidak meminta keterangan dari pihak KPI. Karena saat itu, sifatnya masih dalam pengaduan awal.

“Tidak ada komunikasi, karena ini masih pengaduan awal sifatnya karena belum penanganan kasus yang ada di Komnas HAM,” ungkap Beka.

Oleh karena itu, Beka memastikan jika MS kembali melapor ke Komnas HAM pihaknya akan memastikan proses hukum yang menimpa MS berjalan dengan adil dan tanggung jawab.

“Tentu saja berdasarkan laporan yang ada, kemudian ini juga menyangkut mekanisme dan tanggung jawab Komnas bagaimana kemudian hak atas keadilan, hak atas rasa aman, maupun hak atas pemulihan korban. Sehingga merasa Komnas HAM ini harus ditangani dan dipastikan apa yang mengadu kebutuhan korban terpenuhi,” pungkas Beka.

Diketahui, dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan terjadi di kantor KPI Pusat, Jakarta, terhadap korban berinisial MS. MS mengaku kejadian itu membayangi dirinya selama bertahun-tahun sejak bekerja di KPI.

Menurutnya, sejak awal terdapat rekan kerja senior yang mengintimidasi dan memaksa dirinya untuk membeli makan selama bekerja. MS merasa diperlakukan secara rendah dan ditindas oleh rekan-rekan kerjanya seperti budak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *