BERITA UTAMAFeatured

Kisah Menegangkan Ijam, Warga Sukabumi Yang Terjebak Kericuhan Wamena

×

Kisah Menegangkan Ijam, Warga Sukabumi Yang Terjebak Kericuhan Wamena

Sebarkan artikel ini

Tanpa di sangka, saat Ijam menacari lokasi aman, datang pertolongan dari seorang wanita yang rupanya merupakan istri dari seorang TNI. Tanpa pikir panjang, Ijam langsung mengamini tawaran wanita tersebut untuk bersembunyi dirumahnya hingga susana diluar kembali aman.

“Saya bersembunyi dirumah seorang istri tentara. Kurang lebih dari pukul 09.00 WIT pagi hingga pukul 14.00 WIT siang sampai akhirnya kepala suku di lokasi itu menenangkan masa dan melarang aksi anarkisme,” cerita Ijam.

Setelah dirasa kondisi cukup aman, Ijam langsung bergeges pulang ke kontrakannya yang tak jauh dari kantor Kodim setempat. Sejak saat itulah, Ijam cukup merasa aman karena lokasi tempat tinggalnya yang berdekatan dengan kantor Kodim selalu dijaga ketat.

“Alhamdulillah, setalah berada di kos-kosan, saya merasa cukup aman. Sejak saat itulah, aktivitas jualan dihentikan karena kerusuhan-kerusuhan masih terjadi,” ujarnya.

Menurut pria yang telah tiga tahun di Wamena ini, selama kerusuhan tidak ada satupun warga pendatang yang berani tiggal dirumahnya. Nyaris seluruhnya, mengungsi ke kantor Kodim. “Sat itu, tidak ada yang berani tiggal di rumah karena ketakutan dan mengungsi ke Kodim. Bahkan, bantuan pun yang disuplai pesawat dihentikan karena suasana tidak aman,” terang Ijam.

Ijam yang kini kembali berkumpul dengan keluarga di Palabuihanratu, Kabupaten Sukabumi, masih memilikin keinginan untuk kembali ke Wamena karena dirasa sudah bisa mencari nafkah untuk keluarga disana. Namun begitu, dirinya saat ini lebih fokus kepada pemulihan mental di kampung halamannya.

“Saya awalnya di Jayapura lima tahun, lalu pindah ke Wamena dan sudah tiga tahun karena potensi usaha disana cukup bagus. Kalau kainginan sih ada untuk kembali kesana, karena di sini saya masih bingung mau usaha apa,” tutup Ijam (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *