“Kami bentuk satgas hingga ke tiap desa walaupun dengan serba keterbatasan. Karena, persoalan ini harus diselesaikan dari lingkingan terdekatnya, dari mulai keluarag hingga lingkungan tempat di mana pelajar itu tinggal,” papar Dian.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Nandang Suparman mengungkapkan, menjelang kelulusan yang ditandai selesainya ujian nasional menjadi waktu di mana peristiwa itu kerap terjadi di luar sekolah. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi hal itu.
“Untuk upaya penindakan preventif, kami bentuk tim satuan tugas pengembangan pendidikan karakter (PPK) yang beranggotakan unsur dinas, sekolah, pendidik dan tenaga pendidik,” ujarnya.
Satgas PPK ini difungsikan untuk alat koordinasi, informasi dan edukasi dalam melakukan penanganan preventif tindakan kenalakan pelajar SMP. Sebagai bentuk keseriusannya, pihaknya menggandeng BNN, KPAI, KPA, TNI hingga polisi.
“Rentetan kejadian tawuran pelajar SMP ini tengah menjadi fokus kami dan satgas PPK. Kami berjanji bakal lebih menggenjot peran dan keberadaan satgas ini di Kabupaten Sukabumi,” tukasnya. (cr15/d)




