Ketua PB PGRI Setuju UN 2021 Dihapuskan: Aib Pendidikan Kita

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Nurullah Koswara mendukung wacana Ujian Nasional atau UN pada tahun 2021 pada dihapuskan. Diketahui wacana tersebut dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

“Saya sebagai guru mendukung wacana UN 2021 dihapuskan. Karena itu adalah aib pendidikan kita,” kata Dudung kepada Radarsukabumi.com, Jumat (13/12/2019).

Bacaan Lainnya

Pria yang pernah menjabat Ketua PGRI Kota Sukabumi itu mengungkapkan, UN yang menjadi penentu kelulusan 100 persen peserta didik justru menjadi aib dan memperburuk citra pendidikan. Sebab di balik pelaksanaan UN, marak terjadi ketidakjujur yang tersistematis.

“Anak harus jujur, guru harus jujur, kepala sekolah harus jujur, kepala dinas pendidikan juga harus jujur. Saat UN menentukan kelulusan, maka semuanya menjadi oknum ketidakjujuran,” tutur Dudung.

Bahkan, lanjutnya lagi, pernah ada oknum kepala daerah di Provinsi Jawa Barat yang menjadikan UN sebagai proyek politik. Sehingga menurut Dudung, anggaran sekira Rp 500 miliar untuk UN sebaiknya digunakan untuk menyejahterakan guru honorer.

“Karena di balik UN itu banyak terjadi praktik ketidakjujuran,” tegasnya.

Dudung menambahkan, PB PGRI sendiri sebelumnya telah meminta untuk audiensi kepada Mendikbud Nadiem Makarim mengenai wacana UN dihapuskan. “Tapi karena Mas Menteri Nadiem sedang sibuk, jadinya belum sempat audiensi. Tapi intinya kami setuju, sepakat dan mendukung UN 2021 dihapuskan,” pungkasnya.

(izo/rs)

Pos terkait