Kabupaten Sukabumi Dikepung Bencana, Ini Datanya

Bencana-Kabupaten-Sukabumi

KABUPATEN SUKABUMI – Bencana alam memang sepertinya tak bisa lepas dari Sukabumi ketika cuaca buruk melanda. Kemarin (7/11), akibat hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan bencana alam di beberapa titik.

Sungai Cikupa di Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat misalnya meluap hingga merendam belasan rumah penduduk.

Bacaan Lainnya

Selain itu, bencana longsor di area galian cadas yang berada di Kampung Pasir Pacar, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug menimbun tiga warga dimana satu diantaranya meninggal dunia.

Selain itu, di Kampung Warungceuri, RT 03 /02, Desa Nyangkoek, Kecamatan Cicurug dinding rumah warga ambruk setelah diterjang angin kencang dan di wilayah Desa/Kecamatan Tegalbuleud hujan deras mengakibatkan debit air meningkat sehingga mengakibatkan penyanda pinggiran sungai Cibuni tergerus air dan di wilayah Kecamatan Kadudampit, tepatnya di Kampung Cinyosog, RT 08/04, Desa Undrusbinangun, bencana longsor yang terjadi sekira pukul 17.00 WIB telah mengancam rumah penduduk.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Wawan Gonawan kepada Radar Sukabumi mengatakan, bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi ini, terjadi mayoritas karena faktor cuaca ekstrim yang sudah satu pekan lebih melanda wilayah Sukabumi.

“Semua bencana ini, sudah dan sedang kita tangani bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) yang bertugas di setiap kecamatan. Kita juga dibantu bersama petugas gabungan lainnya untuk menanganai bencana tersebut,” kata Wawan Gonawan kepada Radar Sukabumi pada Minggu (07/11).

Untuk mengantisipasi bencana susulan atau meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, BPBD Kabupaten Sukabumi tak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh pemerintah kecamatan dan seluruh kepala desa yang ada di Kabupaten Sukabumi melalui P2BK yang bertugas di wilayahnya masing-masing, untuk bahu membahu mengedukasi warga dan menghimbau agar siap siaga dalam menghadapi cuaca eskstrim tahun ini.

“Berdasarkan hasil koordinasi kami bersama BMKG, bahwa pada November hingga akhir Desember 2021 nanti, diprediksi akan mengalami cuaca yang cukup ekstrim. Iya, puncaknya musim hujan itu, pada dua bulan ini,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, sudah sekitar sepekan ini, wilayah Kabupaten Sukabumi terus-terusan dilanda bencana alam, mulai dari banjir dan longsor hingga puting beliung. Menurutnya, cuaca ekstrim ini harus menjadi perhatian semua pihak.

Khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi yang tinggal di sekitaran bantaran sungai dan daerah perbukitan.

“Paling dominan itu banjir dan longsor.

Karena memang letak geografis Kabupaten Sukabumi ini, selain banyak dilintasi sungai-sungai juga merupakan daerah perbukitan.

Untuk itu, saya menghimbau kepada seluruh warga senantiasa meningkatkan kewaspadaannya,” pungkasnya. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.