Kabupaten Sukabumi Berpotensi Hepatitis Akut Misterius

Hepatitis misterius

SUKABUMI – Belum usai masalah pandemi Covid-19, kini dunia kesehatan dihadapkan oleh problem baru. Yaitu, hepatitis akut misterius.

Kasus ini kali pertama mencuat di negara Inggris. Hingga kini, data terakhir ditemukan 144 kasus di Inggris.

Bacaan Lainnya

Sedangkan di Indonesia, dikabarkan ada 3 kasus. Lantas, bagaimana dengan Kabupaten Sukabumi?

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mengklaim belum mendapatkan laporan soal kasus penyakit hepatitis akut misterius yang sedang viral tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Upaya dan Pembiayaan Kesehatan (Kabid UPK) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi kepada Radar Sukabumi.

Masykur menjelaskan, meski belum mendapatkan laporan soal kasus tersebut, tetapi Dinkes terus melakukan pengawasan secara intesif terhadap seluruh fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Belum ada yang terlaporkan untuk kasus hepatitis akut misterius itu, kita sekarang sedang mempedomani surat edaran dari Kementerian Kesehatan mengenai hepatitis yang belum diketahui penyebabnya, kita masih dalam tahap itu,” kata Masykur Alawi kepada Radar Sukabumi, Senin (09/05).

Saat ini Dinkes terus melakukan kewaspadaan dini dan sudah menginformasikan ke semua fasilitas kesehatan.

Seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

Bukan hanya itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi juga terus membina masyarakat umum untuk tetap waspada dan juga menginformasikan sesuai dengan sudaran edaran dari Kemenkes RI.

“Di sana sudah jelas diimbauan-imbauan dari Kementerian Kesehatan juga, kita meneruskan imbauan itu yang kemungkinan penyebab terjadinya hepatitis.

Iya, ada beberapa imbauan misalkan terus menerapkan hidup bersih dan sehat, diantaranya terus cuci tangan pakai sabun, menghindari tempat-tempat yang bisa menularkan seperti kolam renang, tempat-tempat umum yang tidak steril,” tandasnya.

Masykur juga menjelaskan, penyakit tersebut memeiliki potensi kerawanan di setiap daerah, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Potensi penualaran melalui kontak erat langsung cairan, kemudian tempat umum yang tidak bersih.

“Kalau kita lihat di Kabupaten Sukabumi atau tempat-tempat yang lainnya sebenarnya berpotensi, sehingga mungkin tadi bagaimana antisipasi kita, lebih ke antisipasi kita sebagai masyarakat untuk lebih bisa menghindari hal-hal yang menularkan tersebut, berinteraksi dengan lingkungan penjagaan diri kita selalu seperti cuci tangan pakai sabun,” pungkasnya. (den/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar