Sampai saat ini, dirinya masih belum mendapatkan informasi pasti terkait penyerangan oleh KKB tersebut. Namun, ia memastikan penembakan yang terjadi pada Brigjen TNI Dani ini akibat ulah kelompok separatis Papua. “Kronologi lengkapnya belum ada masih kami minta karena kesulitan komunikasi,” katanya.
Sebagai informasi, Brigjen TNI Putu Dani dikabarkan berangkat ke Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua sekitar pukul 09.20 WIT. Ia berangkat bersama dengan anggotanya menggunakan delapan sepeda motor untuk melakukan observasi di lokasi.
Namun, sekitar pukul 15.50 WIT, terjadi kontak tembak antara rombongan Brigjen TNI Putu Dani dengan kelompok separatis Papua. Dalam baku tembak tersebut, Putu Dani pun tewas tertembak dengan luka tembakan di bagian kepala. (wan/jpg)






