Dalam audiensi, Gus Uha meminta DPRD dan Bupati Sukabumi menyuarakan kegelisahan masyarakat ke pemerintah pusat. “Ini warga Bapak. Mereka butuh kepastian dan pemimpin yang hadir di tengah persoalan,” ujarnya.
Meski menolak kebijakan tersebut, Gus Uha menegaskan bahwa protes ini bukan bentuk mosi tidak percaya. “Haji itu ibadah. Jemaah ikhlas. Tapi yang dipersoalkan adalah kepastian administrasi dan janji yang sudah diberikan,” tandasnya.
PD IPHI mendesak agar kebijakan kuota baru tidak diberlakukan secara mendadak dan meminta pemerintah pusat mempertimbangkan ulang keputusan tersebut.(den/t)




