Jual Minyak Goreng Seharga Rp17 Juta di Medsos, Wanita Muda di Cibadak Sukabumi Ternyata Penipu

DIPERIKSA : Pelaku penipuan minyak goreng berinisial NA (23) warga Kampung Cikuya, RT 02/05, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak saat dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Cibadak, Kamis (17/02). FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Di tengah langka dan mahalnya minyak goreng, seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial NA justru melakukan tidakan curang. Wanita berusia 23 tahun melakukan penipuan dengan modus menjual minyak goreng di media sosial. Alhasil, warga Kampung Cikuya, RT 02/05, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, saat ini mendekam di ruang tahanan (Rutan) Mapolsek Cibadak.

Kapolsek Cibadak Kompol Maryono Edy Suseno didampingi Kanit Reskrim Polsek Cibadak, AKP Madun mengatakan, NA diringkus di rumah orangtuanya di wilayah Kecamatan Cibadak pada Rabu (16/02) sekira pukul 11.00 WIB.

Bacaan Lainnya

“Pelaku kami amankan tanpa ada perlawanan,” kata Maryono kepada Radar Sukabumi di Mapolsek Cibadak, Kamis (17/02).

Maryono menjelaskan, modus penipuan NA dengan cara menjual minyak goreng dengan harga murah di media sosial. Pelaku memposting foto minyak goreng di salah satu grup Facebook dengan mencantum nomor handphone suaminya berinisial KI.

Tak lama, salah seorang korban bernama Isep Ginanjar menghubungi KI. Kemudian KI memberikan nomor handphone NA untuk transaksi lebih lanjut. Pelaku menjual minyak goreng yang harganya di bawah pasaran, yakni Rp140.000 per dus. Korban pun tertarik dan memesan sebabyak 120 dus minyak goreng. Jika dikalkulasi, maka nominalnya sebesar Rp16.800.000.

“Oleh pelaku korban disuruh untuk mengirimkan uang muka terlebih dahulu minimal 50 persen. Pelaku pun mengirimkan nomor rekening BCA milik suaminya. Kemudian pada 1 Februari 2022 korban mengirimkan uang muka kepada pelaku sebesar Rp8.500.000 untuk pembelian minyak goreng sebanyak 120 dus dan pelaku menjanjikan akan mengirim minyak goreng tersebut keesokan harinya kepada pelaku yaitu pada 02 Februari 2022. Namun, ternyata pelaku beralasan minyak gorengnya belum ada dan belum bisa di kirim,” beber Maryono.

Kemudian, lanjut Maryono, pada 6 Februari 2022 pelaku memberitahukan korban bahwa minyak goreng yang dipesan sudah ada. Namun tertahan oleh pihak kepolisian. Pelaku pun meminta uang pelunasan kepada korban. Namun ditambah Rp1 juta sehingga menjadi Rp9.300.000 dengan alasan harga minyak goreng naik. Selain itu, pelaku berjanji akan mengirim minyak goreng tersebut pada Senin 7 Februari 2022. Artinya, total harga minyak goreng dari Rp16.800.000 menjadi Rp17.800.000.

“Kemudian korban pun percaya dan pada Minggu, 06 Februari 2022, korban mengirimkan uang pelunasan pembelian minyak kepada pelaku dan setelah ditunggu pada Senin 07 Februari 2022, ternyata minyak goreng yang djanjikan oleh pelaku, tidak juga dikirim ke rumah korban dan nomor pelaku pun sudah tidak aktif atau tidak bisa dihubungi,” ujar Maryono.

Setelah dilakukan pengembangan, terungkap korban penipuan NA tidak hanya Isep Ginanjar saja. Namun ada lima lagi korban penipuan dengan modus serupa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *