Jabar Ekspor Kelapa Kering, BJB Dorong UMKM Berdaya

  • Whatsapp
BISNIS: Pelepasan komoditas ekspor dilakukan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi jajaran dan perwakilan BKB di di Gedung Sate, Selasa (8/12/2020). (ist)

SUKABUMI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memfasilitasi ekspor komoditas kelapa parut kering (desiccated coconut) sebanyak 25 ton, dengan nilai 50.000 dolar Amerika Serikat (AS). Ekspor tersebut merupakan sinyal positif bagi perekonomian daerah di tengah tantangan pandemi Covid-19.

Pelepasan komoditas ekspor dilakukan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Selasa (8/12/2020) yang didampingi Sekretaris Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Antar Jatnika, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Taufiq Budi Santoso, Kepala Biro Perekonomian Setda Jabar Benny Bachtiar, dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jabar Hendy Jatnika.

Bacaan Lainnya

Turut pula hadir perwakilan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (BJB) sebagai mitra kerja Pemprov Jabar yang diwakili Direktur Komersial dan UMKM BJB Nancy Adistyasari dan Pemimpin Divisi Kredit UMKM BJB Denny Mulyadi. BJB selaku bank daerah mendukung penuh ekspor kelapa parut kering yang dilakukan UMKM asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) CV Una Surya Putra Mandiri tersebut.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary BJB Widi Hartoto mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakan perekonomian daerah. Sebagai motor penggerak, UMKM berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 90% lapangan pekerjaan di tingkat nasional.

“Peran UMKM dalam menggerakan roda perekonomian sangatlah signifikan dan tidak mungkin tergantikan, BJB sebagai agen penggerak ekonomi sekaligus mitra setia pemerintah dan dunia usaha mendukung penuh setiap langkah UMKM dalam melebarkan sayap usahanya,” kata Widi kepada Radar Sukabumi, Minggu (13/12).

Menurutnya, keberhasilan UMKM dalam mengembangkan usaha akan berdampak sangat positif bagi peningkatan kapasitas ekonomi dan pengembangan perekonomian daerah.

Widi menuturkan, BJB mendukung penuh pelepasan ekspor olahan kelapa parut kering yang turut diisi launching distribusi bantuan benih kopi arabika Java Preanger tersebut. BJB senantiasa hadir sebagai mitra setia pemerintah dan masyarakat dengan beragam dukungan pembiayaan untuk meningkatkan ekonomi.

“BJB fokus menggarap sektor UMKM yang berorientasi ekspor untuk mendorong pelaku usaha memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar global, sekaligus upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN), terutama di masa pandemi Covid-19. BJB mendorong pelaku UMKM khususnya di Jabar agar dapat naik kelas sehingga produk-produk mereka dapat lebih dikenal luas dan mendunia,” terangnya.

Sementara itu, kelapa parut sendiri merupakan produk olahan kelapa yang digemari di pasar global. Pada masa seperti sekarang ini, ekspor produk dalam bentuk olahan menjadi pilihan terbaik karena memiliki karakter lebih tahan lama, mudah dikemas dan bernilai tambah.

Kelapa sendiri merupakan tanaman perkebunan yang sekitar 93% adalah perkebunan rakyat. Kelapa memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya dan peran strategis dalam peningkatan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa negara. Semua bagian dari tanaman kelapa dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan, pangan fungsional dan papan, serta berbagai keperluan lain sehingga kelapa disebut sebagai pohon kehidupan atau “The Tree of Life”. (*/sri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *