IMM Sukabumi Geruduk Balai Kota Sukabumi, Tolak Mahalnya Sewa Kios Pasar Pelita

  • Whatsapp
Aksi IMM Sukabumi

SUKABUMI – Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi menggelar aksi demonstrasi didepan Gedung Sekretariat Pemerintah Kota Sukabumi. Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan aspirasi para pedagang yang menilai harga sewa kios Pasar Pelita mahal.

Koordinator Aksi Bayu Firdaus mengatakan, harga sewa kios Pasar Pelita sulit dijangkau para pedagang atau dibandrol sebesar Rp45 juta/tahun.

Bacaan Lainnya

Harga sewa kios di Pasar Pelita tidak rasional, kebijakan pemerintah dinilai tidak berpihak kepada rakyat. “Dampak dari pembangunan Pasar Pelita saja banyak yang gulung tikar.

Bahkan sejumlah pedagang memilih berdagang asongan.Bahkan hari ini dampaknya pedagang memilih jadi pedagang asong,” ungkap Bayu dalam orasinya, Rabu (27/11).

Masa aksi membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi, karena gagal untuk bertemu Walikota Sukabumi yang tengah menghadiri agenda yang sudah terjadwalkan. Para pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Sukabumi sempat menawari massa aksi untuk masuk, namun mereka lebih memilih untuk membubarkan diri.

Sementara itu, Asisten Satu Pemerintah Kota Sukabumi, Andri Setiawan mengungkapkan, pimpinannya berhalangan hadir menerima massa IMM karena sejumlah agenda kegiatan Walikota yang tidak bisa diwakilkan.

Sehingga, dirinya ditugasi untuk menerima mahasiwa bersama SKPD terkait. “Kita sudah siap menerima, Kami didampingi Kepala Dinas Koperasi karena mereka yang lebih tahu, tentang kebijakan yang kami lakukan antara kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga pembangunan pasar Pelita intinya pemerintah daerah siap menerima kritik saran untuk perbaikan. Pak Wali pun sudah tahu, makanya menugaskan kami,” terangnya.

Andri menjelaskan, saat ini pembangunan Pasar Pelita hampir mencapai 75 persen dan diperkirakan pada bulan April 2020 pembangunan Pasar Pelita Sukabumi selesai. Adapun tentang harga sewa kios, Andri mengaku tidak mengetahui persis.

“Yang pasti kami menerima kritik dan saran serta aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa. Soal harga, secara teknis Dinas Koperasi Perdagangan Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian yang tahu,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi, Ayep Supriatna menyebut ada berbagai jenis lapak yang akan disewakan kepada para pedagang Pasar Pelita. Diantaranya berbentuk los, kios dan counter.

“Harganya pun macam-macam.

Untuk pedagang lama dan para PKL di sekitar Pasar Pelita ada yang Rp 28 juta. Untuk pedagang baru memang lebih mahal, biaya tersebut ditentukan untuk 25 tahun, bukan satu tahun seperti apa yang dikatakan mahasiswa pada saat aksi unjuk rasa.Untuk 25 tahun per meter. Harga antara Rp 21 juta hingga Rp 35 juta per meter, untuk pedagang lama dan PKL,” pungkasnya. (upi/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *