BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

HSN Bukan Hanya Janji Politik

×

HSN Bukan Hanya Janji Politik

Sebarkan artikel ini

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath KH. Fajar Laksana menyebutkan keikutsertaan TNI dalam merayakan HSN menunjukkan TNI memang akan kuat jika bersatu dengan rakyat.

Terlebih lagi rakyat yang mendukung TNI pun ujung sejarahnya berasal dari para santri. “Sehingga dengan munculnya resolusi jihad itu bagian dari manunggalnya TNI dengan santri.

Bank bjb Tandamata

Maka tidak bisa dipisahkan antara hijaunya TNI dengan ulama,” ungkapnya.

Makna hari santri baginya, bukanlah hal yang sepele. Karena seyogyanya santri tidak hanya berperan menguasai dan duduk mengaji saja. Tetapi santri pun harus mempunyai jiwa yang mencintai tanah airnya.

Oleh karenaya santri juga wajib ikut andil dalam membela negara. “Tanggal 22 Oktober ini adalah harinya para santri. Hari bela negara dan bela agamanya para santri. Tentunya harus didukung dengan jiwa harta dan raga,” ucapnya.

Menurutnya hari santri harus dikemas dengan rasa nasionalisme dan rasa cinta negara. Seperti yang telah disepakati oleh para ulama bahwa hubbud wathon minal iman .

Cinta negara adalah bagian dari keimanan.”Maka resolusi jihad dikumandangkan pada 22 oktober 1945, hukumnya jihad fardu ‘ain. Berarti membela negara adalah kewajiban terutama santri sehingga bisa mati syahid. Ini yang di idam-idamkan oleh seluruh dunia,” ujar Fajar.

Lebih lanjut Fajar mengingatkan untuk mempertahankan Sukabumi sebagai kota santri, maka Kota Sukabumi harus memberikan peluang besar budaya pondok pesantren untuk tetap dikembangkan.

Salah satunya ilmu bela diri. “Salah satunya silat. Ini merupakan hasil karya cipta para ulama dari pondok pesantren. Maka suka atau tidak suka pencak silat harus terus dikembangkan,” tutupnya. (cr11)