Hergun Heran Tol Bocimi Mandek

Heri Gunawan
Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan

SUKABUMI – Kementerian PUPR menargetkan pembangunan Jalan Tol Bocimi seksi 2 ruas Cigombong-Cibadak yang memiliki panjang 11,90 kilometer rampung pada tahun 2021 lalu. Namun nyatanya, proyek tersebut sampai saat ini belum ada kabarnya lagi.

Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan pun mengaku heran dengan pengerjaan proyek tol yang dibagi menjadi empat seksi ini. Politisi Partai Gerindra ini mengaku terkadang dirinya bertanya-tanya dan memiliki pemikiran apakah lambatnya pembangunan Tol Bocimi ada kaitannya dengan Pilpres lalu.

Bacaan Lainnya

“Saya sempat berfikir apakah karena Prabowo-Sandi menang 72 persen pada Pilpres lalu di Sukabumi, maka proyek Jalan Tol Bocimi jadi terhambat. Soalnya kalau kita lihat, jalan Tol Sumatera misalnya bisa selesai,” bebernya saat menjadi pemateri pada Talk Show di acara HUT Radar Sukabumi ke-13, kemarin (5/1).

Padahal menurut pria yang akrab disapa Hergun ini, untuk pembebasan jalan Tol Bocimi sudah selesai ke seksi 4. Dirinya mengaku memiliki tugas untuk mendobrak ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan ini sudah ia lakukan dan kini sudah dibebaskan yang masuk ke sesi 4.

“Iya, double track sudah dijalankan, tetapi kenapa ini belum berjalan. Ini menjadi pertanyaan bagi semuanya. Tentunya menjadi tugas dan tanggungjawab saya juga untuk bertanya kepada Kementrian PUPR dan Kementrian BUMN yang memiliki tugas pembangunan dan pembebasan lahan,” bebernya.

Ia juga menyampaikan, jika berbicara APBN ada sekitar Rp2.300 Triliun. Dimana, kurang lebih ada sekitar Rp700 Triliun diantaranya teralokoasi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Didalam PEN itu, teralokasi untuk sektor kesehatan, kesejahtraan sosial dan lain sebagainya, termasuk untuk restrukturisasi kredit.

“Hanya yang disayangkan dari sekian banyak program nasional termasuk sektor restrukturisasi kredit, nampaknya Sukabumi belum bisa menerima banyak manfaatnya.

Bahkan, ada satu cerita dari Tol Bocimi, dari Kementrian Keuangan badan usaha yang namanya LMAN. Diamana LMAN ini yang melakukan pembebasan lahan untuk jalan tol di seluruh Indonesia, termasuk Bocimi diantaranya. Ternyata, pembebasan lahan Tol Bocimi ini sudah masuk tahap ke 4 dan itu sudah terselesaikan.

Tetapi faktanya, proyek infrastukturnya belum berjalan dengan baik,” tandasnya.

Bukan hanya itu, pada kesempatan tersebut, Heri Gunawan pun berbicara soal ekonomi 2021, pada prinsipnya dirinya mengatakan, sudah menyetujui terkait pertumbuhan ekonomi untuk 2021 yang lalu. Bahkan untuk tahun 2022, dirinya telah menyetujui diangka rentang 4 sampai 4,5 persen.

Tetapi, pemerintah berkali-kali merevisi target tersebut dan dirinya mencoba diangka 3,5 sampai 4 persen. Karena, satu kali satu persen terjadi perbuhan, maka opoisi pertumbuhan ekonomi akan berdampak pada aspek piskal terkait dengan masalah keuangan negara.

Apabila berbicara Sukabumi, uang itu sebenarnya sangat banyak kalau berbicara ekonomi ada sekitar Rp2300 Triliun anggaran dari APBN. Dari ribuan triliun ini, anggaran yang terserap di wilayah Kota Sukabumi sekitar Rp1 Triliun dan untuk Kabupaten Sukabumi tidak lebih dari Rp4 Triliun.

Jumlah ini dinilai terlalu kecil. Apalagi, untuk wilayah Kota Sukabumi. “Ini sangat disayangkan. Saya akan mengajak bicara. Kalau untuk bicara Sukabumi, jangan bicara untuk diri pribadi saja,” timpalnya.

Sementar itu, CEO Radar Bogor Grup, Hazairin Sitepu berpendapat, dalam tiga-empat tahun kedepan Sukabumi akan tumbuh lebih cepat dan akan jeuh lebih cepat berkembang. Tentunya setelah Tol Bocimi sudah tuntas dan sampai ke Kota Sukabumi.

“Kalau Tol Bocimi ini sudah selesai, saya yakin Sukabumi tidak hanya akan ramai dikunjungi banyak orang. Tetapi juga dari sektor bisnis, akan semakin tumbuh. Bahkan bukan hal yang tidak mungkin akan mengambil pasar Kota dan Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Ia pun meminta agar Pekot dan Pemkab Sukabumi harus benar-benar mempersiapkan diri. Mulai dari perangkat-perangkat peraturan daerahnya hingga perizinannya.

“Karena potensi Sukabumi ini sangat luar biasa. Termasuk potensi wisatanya. Ini harus dikembangkan dalam sekala industri, sehingga keunikan-keunikannya bisa kita tranformasikan kepada masyarakat diluar Sukabumi,” tambah Bang HS sapaan Hazairin Sitepu.(den/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.