Menanggapi hal ini, Humas Star Energy Geothermal, Asrul Maulana, menyatakan keprihatinan atas gempa yang dirasakan warga. Namun, ia menegaskan gempa tersebut merupakan fenomena alam. “BMKG sudah merilis bahwa gempa ini akibat sesar aktif, bukan pengeboran. Kami bekerja sesuai aturan lingkungan dan standar keselamatan,” jelasnya.
Asrul menambahkan, perusahaan terbuka terhadap komunikasi dan rutin melakukan sosialisasi sebelum pengeboran, melibatkan pemerintah desa dan kecamatan.
Hendri Kurniawan dari tim Support Service Star Energy menambahkan, lokasi pengeboran di Ciasmara, Bogor, berjarak sembilan kilometer dari pusat gempa di Cipeuteuy. “Kedalaman pengeboran hanya satu kilometer, sementara pusat gempa tujuh kilometer. Jadi tidak mungkin akibat drilling. Kami tetap merujuk pada keterangan BMKG,” ujarnya.(ndi)






