BERITA UTAMA

Getaran Misterius di Gunung Salak: Warga Tuntut Penjelasan dari Star Energy

×

Getaran Misterius di Gunung Salak: Warga Tuntut Penjelasan dari Star Energy

Sebarkan artikel ini
Sejumlah perwakilan warga saat mendatangi kantor Star Energy Geothermal di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Senin (22/9/2025)
Sejumlah perwakilan warga saat mendatangi kantor Star Energy Geothermal di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Senin (22/9/2025)

KABANDUNGAN — Suasana tegang sempat mewarnai kantor Star Energy Geothermal di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Senin (22/9/2025). Sekitar 20 warga dari Kecamatan Kabandungan dan Kalapanunggal mendatangi perusahaan yang berlokasi di bawah gunung salak tersebut untuk menyampaikan keresahan atas getaran gempa yang kerap dirasakan belakangan ini.

Aksi warga ini viral di media sosial setelah mereka menuntut kejelasan terkait sumber gempa yang disebut-sebut berasal dari sekitar Gunung Salak. Mereka khawatir aktivitas pengeboran perusahaan berkontribusi terhadap getaran tersebut.

Bank bjb Tandamata

Iwan Rustandi, perwakilan warga, menyebut keresahan muncul setelah BMKG merilis informasi gempa dengan titik koordinat di Gunung Salak.
“Masyarakat sangat resah. Kami datang untuk meminta penjelasan yang jelas. Kami beri waktu tujuh hari untuk jawaban tertulis atau pertemuan langsung,” tegasnya.

Iwan juga mengungkap trauma warga akibat gempa pada 2020 yang merusak rumah-rumah penduduk. Kini, dengan gempa susulan yang mencapai puluhan kali, kekhawatiran kembali mencuat. “Di Cipeuteuy, sudah ada empat rumah roboh. Kami tidak puas dengan jawaban perusahaan yang menyatakan pengeboran tidak berdampak signifikan. Kami minta BMKG dan para ahli hadir langsung,” ujarnya.

Jika tuntutan tak dipenuhi, warga mengancam akan kembali dengan jumlah massa lebih besar. “Bukan hanya perwakilan, seluruh masyarakat akan turun,” kata Iwan.

Warga juga menuntut transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam setiap kebijakan perusahaan. Mereka berharap penjelasan dari pihak independen, termasuk BMKG, bisa langsung disampaikan agar keresahan tak berlarut. “Kami ingin perusahaan lebih terbuka, jangan abai terhadap masyarakat,” tutupnya.