Geopark Ciletuh Terendam Banjir

  • Whatsapp

SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi kembali menimbulkan bencana di beberapa wilayah, khususnya di Kabupaten Sukaubmi. Wilayah Kecamata Ciemas menjadi daerah yang sering terendam banjir ketika hujan tiba, Selasa (01/12). Meski tidak ada korban jiwa, namun akses jalan milik pemerintah Provinsi Jawa Barat di wilayah tersebut, terendam air.

Camat Ciemas, Ahmad Gangga Senjaya mengatakan, banjir yang menerjang sejumlah perkampungan di wilayah Desa Ciwaru, Desa Mekarjaya dan Desa Mekarsakti itu, terjadi setelah wilayah tersebut duguyur hujan deras pada Senin (30/11) malam.

Bacaan Lainnya

“Iya, sampai saat ini kondisi air masih tetap merendam sejumlah perkampungan, khsusunya jalan provinsi dengan ketinggian mulai dari 50 centimeter sampai 60 centimeter,” kata Ahmad kepada Radar Sukabumi, Selasa (01/12).

Saat ini, akses lalu lintas di ruas jalan tepatnya di sepanjang jalan raya Waluran-Mareleng-Palangpang, tidak bisa dilintasi kendaraan secara maksimal. Lantaran, kondisi air hingga pukul 10.00 WIB, belum surut.

“Banjir selain merendam akses jalan, juga menerjang perkampungan di Kampung Cihuni perbatasan dengan Desa Ciwaru dengan Desa Mekarsakti dan Desa Merkarjaya. Diantaranya, Kampung Cibadak, Cikalong, Cihuni, Bale RK dan lainnya,” paparnya.

Ketika disinggung mengenai jumlah kerugian materil dan berapa rumah yang terdampak dari banjir tahunan itu, pihaknya menjawab. Muspika Kecamatan Ciemas belum bisa menjelaskan secara perinci. Lantaran, saat ini ia bersama petugas gabungan masih fokus terhadap penanganan banjir tersebut.

“Iya, kita belum bisa mengetahui berapa jumlah rumah warga yang terdampak dari banjir itu. Karena kita belum melakukan inventarisir,” ujarnya.

Menurutnya, banjir yang terjadi saat ini merupakan air dari kiriman pasang air laut. Untuk itu, dirinya menilai seharusnya di lokasi tersebut ada pemecah ombak di bantaran pinggiran pantai.

“Selain itu, juga harua ada Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berfungsi untuk penahan arus untuk tanggulnya. Sehingga air dari sungai Cikalong maupun Sungai Balai RK, tidak meluap dan terjadi banjir seperti ini,” timpalnya.

Pihaknya menambahkan, banjir tersebut merupakan agenda tahunan. Khususnya saat memasuki intensitas curah hujan yang tinggi.

Untuk itu, dirinya mengaku sudah melakukan mitigasi bencana alam pada jauh-jauh hari sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah dalam meminimalisir resiko bencana alam. Diantaranya, melalukan pengerukan di sepanjang sungai yang disinyalir mengalami pendangkalan.

“Iya, kita sudah melakukan pengerukan sepanjang lima kilometer di sepanjang Sungai Cikalong itu dengan menggunakan alat berat. Tapi banjir tetap saja masih terjadi. Iya, kita tidak bisa memprediksi bencana banjir seperti ini, karena paktor alam,” pungkasnya. (Den/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *