Pencairan dihari pertama, lanjutnya, dihentikan sementara dan akan dilanjut pada esok harinya. Tim SAR gabungan sudah secara maksimal untuk melakukan pencarian terhadap korban namun kendala ombak dengan ketinggian hingga mencapai 2,5 meter. Selain itu, cuaca yang kurang mendukung di lapangan menyulitkan pencarian.
“Pencarian kita hentikan sejak petang tadi dengan hasil korban masih belum kita temukan dan rencana akan kita lanjutkan besok (hari ini. red) pagi tetapi tetap kita pantau informasi yang ada di lapangan. Semoga besok cuaca mendukung.
Sehingga, kita dalam operasi SAR tim gabungan bisa secara maksimal dan korban segera kita temukan,” tutupnya.
Sementara itu menurut salah seorang saksi, Hamid mengaku perahu tersebut terdampar sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (2/9/2020) dini hari.
Sebelum dirinya melihat perahu tersebut terdampar, sekitar pukul 02.00 WIB ia terlebih dulu melihat perahu tersebut di tengah laut berdekatan dengan satu perahu lain.
“Kejadiannya jam 3 pagi lah. Tiba-tiba ada ombak, terus yang satu pulang, satu sudah tidak ada. Tahu-tahu ada di karang,” cerita Hamid.
Bahkan dirinya sempat mendengar pemilik perahu meminta tolong. Namun saat dirinya mendekati, pemilik dan perahu sudah tidak ada dititik suara meminta tolong. “Dua kali minta tolongnya. Disamperin sama saya ke tempat perahunya, sudah tidak ada. Kira-kira jarak 10 meter, hanya satu orang di perahu,” pungkasnya. (upi/t)






