Ketika disinggung mengenai kronologis kejadian, Tommy menjawab, menurut keterangan sementara dari beberapa warga yang nantinya akan diinfentarisir sebagai saksi, bahwa sebelum kejadian korban ini telah memanjatkan doa kepada pelaku di rumah korban.
“Namun, pelaku tiba-tiba terjadi penganiayaan seperti itu. Makanya kita masih melakukan pendalaman,” bebernya.
Setelah melakukan penganiayaan kepada Bah Emik, terduga pelaku langsung melarikan diri ke atas pemukiman warga. Setelah itu, Bah Asep dan warga lainnya langsung memburu pelaku.
“Jadi, Bah Asep korban ke dua itu, diduga mengejar pelaku. Karena, pelaku ini masih membawa sajam, kemungkinan pelaku itu melakukan penganiayaan terhadap korban ke dua,” timpalnya.
Soal kondisi terkini kedua korban, ia mengaku belum mendapatkan keterangan dari Rumah Sakit R Syamsudin. Bahkan, Kepala Desa Sasagaran yang ikut mendampingi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit pun, belum menyampaikan informasi hal tersebut.
Terlebih lagi, saat ini pihak kepolisian tengah fokus melakukan pencarian terhadap terduga pelaku. Karena, pelaku masih berkeliaran dan membawa senjata tajam serta dikhawatirkan kembali melakukan hal yang sama.
“Kalau pelaku itu, mengidap ODGJ atau tidak, saya belum bisa memberikan keterangan. Karena, harus ada keterangan resmi dari tim medis. Kita masih melakukan identifikasi terkait itu, makanya saya juga belum bisa memberi keterangan lebih jauh karena yang kita prioritaskan mencari keberadaan pelaku. Iya, kita khawatir yang bersangkutan masih berkeliaran dengan sajam,” pungkasnya. (den/d)






