CISAAT – Keberadaan gas elpiji berukuran tiga kilogram mulai langka keberadaannya di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Salah satunya, di daerah Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat.
Di sejumlah pengecer sepeti warung, keberadaan barang bersubsidi yang dijuluki Si Melon ini cukup langka dijumpai dalam kurun waktu sepekan ini.
Salah satunya, diakui Andi, salah seorang pemilik warung yang biasanya menjual gas elpiji berukuran tiga kilogram. Menurutnya, dalam sepekan pekan pasokan barang bersubsidi itu mulai lambat. Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebabnya, namun kelangkaan itu berdampak pada masyarakat.
“Biasanya saya ngambil dari pangkalan, dalam seminggu bisa sampai dua hingga tiga kali untuk di jual kepada warga sekitar warung, namun pekan ini lambat barangnya,” kata Andi kepada Radar Sukabumi, Kamis (17/12).
Andi pun mengaku kesulitan mendapatkan elpiji 3kg tersebut. Dirinya berharap agar pemerintah dapat kembali menstabilkan kondisi tersebut karena si melon merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat saat ini.
“Ya harapan saya sebagai pedagabg kecil eceran agar dilancarkan kembali, kasihan juga warga kalau telat-telat begini,” imbuhnya.
Hal senada diakui Nunung (50), untuk mendapatkan satu tahun gas elpiji berukuran tiga kilogram dirinya harus mencari ke warung wilayah lain. Maka dari itu, Nunung meminta agar pemerintah dapat kembali memperlancar kelangkaannya.
“Saya beli jadi jauh, biasanya ada di warung dekat rumah. Tapi sekarang katanya lagi langka, sedangkan saya dirumah itu sehari-hari memasak menggunakan gas elpiji,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perdagangan, Tertib Niaga dan Distribusi Dinas Koperasi Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sukabumi, Iwan Wirawan mengungkapkan, hasil monitoring terakhir disejumlah wilayah masih cukup tersedia. Namun, kelangkaan bisa saja terjadi karena konsumen gas elpiji berukuran tiga kilogram ini saat ini juga digunakan para konsumen yang seharusnya tidak menggunakan barang bersubsidi itu.
“Secara umum masih tersedia, tetapi memang tidak bisa dipungkiri gas elpiji berukuran tiga kilogram ini tidak hanya digunakan olah rakyat miskin, artinya para pedagang besar juga menggunakannya. Informasi terakhir, Hiswana Migas telah mengajukan penambahan kuota,” pungkasnya. (upi/d)






