Ini terjadi karena banyaknnya pasokan tanaman sawi caisim yang melimpah karena hampir di semua wilayah melakukan panen raya sawi caisim.
“Memang pada bulan-bulan ini, hampir semua daerah memasuki puncak panen raya tanaman sawi caisim. Sehingga pasokan melimpah hingga berdampak pada harga jual pun menurun,” katanya.
Untuk mengantisipasi harga jual anjlok di pasaran, maka Direktorat Perlindungan Hortikultura menyarankan kepada para petani selain mencari pasar yang lebih menguntungkan lagi. Seperti ke hotel, restoran dan catering, juga para petani bisa mengolah sendiri hasil tanaman sawi tersebut dengan berbagai macam makanan.
“Ini bisa dikerjasamakan dengan dinas terkait atau Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi untuk tata cara pengolahan bahan baku tanaman sawi caisim ini, agar tidak dijual segar, tetapi dijual dalam bentuk atau produk lain untuk meningkatkan ekonomis tanaman sawi itu sendiri,” pungkasnya. (den/d)






