“Harapan saya dan ketua RW, satwa ini segera dievakuasi, diobservasi, dan dikembalikan ke habitatnya yang layak. Jangan sampai dia stres dan malah melukai warga karena terlalu lama di pemukiman,” tegas Yusuf.
Kasus ini menjadi pengingat bagi otoritas terkait bahwa konflik antara manusia dan satwa di Sukabumi memerlukan penanganan dari hulu. Tanpa perbaikan habitat, atap rumah warga akan terus menjadi jalur hijau baru bagi satwa-satwa yang kehilangan rumahnya. (den/d)






