Empat Bulan, 1.713 Orang Jadi Janda dan Duda

perceraian

SIDOARJO, RADARSUKABUMI.com – Angka perceraian di Kota Delta tiap tahun selalu tinggi. Tahun ini selama empat bulan ada 1.713 pasangan suami istri (pasutri) yang mengajukan perceraian.

Hingga Minggu (9/6), prosesnya masih berjalan. Sebagian besar perkara yang masuk ke pengadilan tidak ada yang dibatalkan.

Bacaan Lainnya

Para pihak pun jarang mencabut perkara. Bahkan, pasangan yang sudah melalui mediasi tetap ingin berpisah.

Mereka memilih tidak melanjutkan biduk rumah tangga dengan beragam alasan. Ketidakcocokan menjadi faktor yang melatarbelakangi perpisahan.

Dalam sidang, alasan tersebut kerap dilontarkan para pasangan. Juga, ada gangguan pihak ketiga.

Suami atau istri telah memiliki tambatan hati lain. Mereka pun lebih memilih berpisah.

“Faktor ekonomi juga menjadi alasan perceraian,” kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo Dedy Kurniawan.

Istri sering tidak diberi nafkah oleh suami. Meski suami bekerja, penghasilannya tidak diberikan kepada istri.

Bahkan ada yang membiayai hidup sendiri. Si istri pun mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agar memiliki status yang jelas. Yakni, perempuan yang tidak lagi berumah tangga.

Perceraian yang diajukan tidak memandang bulan. Saat Ramadan banyak pasutri yang mengajukan perkara perpisahan.

Setelah Lebaran, jumlah perkara yang masuk pengadilan biasanya lebih banyak lagi. “Sidang juga banyak,” lanjut Dedy. Mulai hari ini (10/6) pengadilan menerima perkara anyar.

(may/c15/ai/jpnn/izo/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.