Ekonomi Ancur, 3.007 Istri Gugat Cerai Suami di Kabupaten Sukabumi, Januari – Agustus 2020

  • Whatsapp
Warga saat melakukan pendaftaran sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama (PA) Cibadak Kelas 1B, tepatnya di Jalan Raya Komplek Perkantoran Jajaway, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis (24/9).

SUKABUMI – Diduga masalah ekonomi, ribuan istri di Kabupaten Sukabumi, telah melakukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Cibadak Kelas 1B. Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Cibadak Kelas 1B, Ade Rinayanti mengatakan, berdasarkan data yang tercatat dari PA Cibadak Kelas 1B, kasus perperceraian pada Januari 2020 terdapat 411 perkara, Februari 411 perkara, Maret 394 perkara, April 276 perkara, Mei ada 215 perkara, Juni 442 perkara dan Juli ada 537 perkara serta Agustus 321 perkara.

“Terhitung dari awal Januari 2020 sampai Agustus 2020, terdapat 3.007 perkara kasus perceraian. Dari ribuan kasus ini, sekitar 75 persen perkara gugat cerainya adalah perempuan,” kata Ade kepada Radar Sukabumi, Kamis (24/9).

Bacaan Lainnya

Diduga, permasalahan ekonomi menjadi faktor utama penyebab tingginya kasus perceraian tersebut. Pendapatan yang berkurang di masa pandemi Covid-19, tentu memengaruhi kestabilan ekonomi sebuah keluarga.

“Selain faktor ekonomi, faktor ditinggalkan suami tanpa ada tanggung jawab. Sehingga tidak memberikan nafkah menjadi penyebab terjadinya perceraian di Kabupaten Sukabumi. Namun, masalah ekonomi menjadi penyebab tertinggi.

Tetapi ada juga yang suaminya dipenjara. Karena kelamaan menunggu, akhirnya sang istri mengajuin gugatan cerai ke sini,” paparnya.

Pihaknya mengaku, untuk mengikis tingginya kasus perceraian yang dilakukan istri tersebut, Pengadilan Agama Cibadak Kelas 1B selalu berupaya maksimal melakukan mediasi kepada pasangan saat akan bercerai di persidangan.

“Pengadilan Agama ketika ada warga yang meminta cerai, maka terlebih dahulu kami melakukan musyawarah. Selalu di setiap persidangan kita nasihati mereka atau pasangan yang akan cerai itu. Tapi mayoritas selalu gagal dan mereka lebih memilih bercerai,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *