Duduk Perkara Pegawai RSUD Palabuhanratu Tilep Uang Covid-19 Rp5 Milyar, Modusnya Terbilang Cantik

RSUD Palabuhanratu
Salah satu sudut bagian gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

BANDUNG — Polda Jabar merilis seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi terindikasi melakukan korupsi dana Covid-19 senilai Rp5 Milyar.

Berdasarkan data yang diterima, Tersangka yang diketahui bernama HC ini melakukan koruspsi dengan membuat proyek fiktif dan dana insentif kenaga kesehatan di tahun 2021 dan 2022.

Bacaan Lainnya

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar, Kombes Pol Deni Okvianto, menjelaskan kepada awak media dalam menjalankan aksinya, tersangka mengajukan nama-nama nakes yang tidak menangani pasien Covid-19 untuk mendapatkan insentif APBD dan APBN tahun 2021-2022.

Setelah cair, dana tersebut diserahkan kepada para penerima dan diminta kembali oleh tersangka dengan alasan akan digunakan sebagai uang kas ruangan Covid-19.

Selain itu, kata dia, sebagian dana diberikan kepada nakes dan nonnakes serta untuk memenuhi kebutuhan pribadi tersangka dan membeli kendaraan. “Penggunaannya tidak sesuai yang ditetapkan,” katanya.

Hasil audit BPKP Jawa Barat, kata Deni, negara mengalami kerugian mencapai Rp 5.400.557.603. Adapun dana yang berhasil disita, kata dia, akan dikembalikan ke negara.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Sebab, tidak tertutup kemungkinan masih terdapat tersangka lainnya.

Akibat perbuatannya, kepada tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan lama 20 tahun serta denda Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, total kerugian negara akibat perbuatan tersangka ini mencapai Rp 5 miliar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *