Dua ABK Kapal Ikan Tiongkok Asal Sukabumi Berhasil Dipulangkan KJRI Guangzhou

  • Whatsapp
Tiga ABK Kapal Ikan Tiongkok, berhasil dipulangkan KJRI Guangzhou, Kamis (1/10/2020). Ft Istimewa

SUKABUMI – Pemerintah Indonesia melalui KJRI Guangzhou berhasil memulangkan tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang diduga mengalami eksploitasi di kapal pencari ikan China, pada 1 Oktober 2020.

Diberitakan sebelumnya, tiga abk kapal pencari ikan Tiongkok, Guspiyandi Bin Apar Suparman dan adan Bin Dudun, yang meminta bantuan Presiden agar dipulangkan dari kapal penangkap ikan Tiongkok.

Bacaan Lainnya

Dugaan kuat dua pemuda asal Warga Kampung Sindang Laut, RT 02, RW 28, Palabuhan Ratu dan warga Kampung Cijambe RT 05, RW 07, Kecamatan Bantargadung ini menjadi korban penipuan dari calo penyalur tenaga kerja.

Dari pengakuan dua warga yang bekerja sebagai ABK pada kapal penangkap ikan asal Tiongkok Fu Yuan Yu 053 tersebut, kedua orang tersebut tidak menerima gaji sebagaimana yang dijanjikan dalam kontrak perjanjian kerja.

Selain itu, gaji yang diberikan pihak perusahaan kerap terlambat bahkan sampai dicicil.

“Kalau gaji dalam surat perjanjian kerja yaitu sebesar $450 USD perbulan tapi kenyataan yang kami terima hanya $250 USD. Itupun pembayarannya dicicil sama pihak perusahaan,”kata Guspiyandi kepada kepada wartawan saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan belum lama ini.

Guspiyandi mengaku tidak bisa berbuat banyak mendapatkan perlakuan curang dari pihak perusahaan. Pasalnya perusahaan yang memberangkatkan mereka yakni PT Kobaraprastama Asa Bersama yang berdomisili di Bekasi dikabarkan sudah bubar.

“Kami gak bisa komplain karena perusahaan yang memberangkatkan kami sudah bubar. Masih banyak juga hal lainnya yang kami tidak mengerti termasuk uang on boat kami yang tidak pernah diberikan. Kami tidak tahu,”akunya.

Kini Guspiyandi bersama rekannya berhasil dipulangkan KJRI Guangzhou, yang sebelumnya terlunta-lunta di kapal Ocean Star 86 yang melaut di perairan Tiongkok sebagaimana diberitakan sebelumnya.

(upi)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *