Gedung SLRT Penanganan Kemiskinan Dilahap Si Jago Merah

  • Whatsapp
Kebakaran gedung Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLTR) yang masih dalam tahap pembangunan.

BANDUNG – Gedung Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) yang masih dalam tahap pembangunan dilalap api, Jumat (2/10/2020).

Pembangunan gedung yang berada tak jauh dari komples Pemkab Bandung itu memakan anggaran mencapai Rp7,5 – Rp8 miliar rupiah.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin pada Dinsos Kabupaten Bandung, Nia Nindhiawati mengungkap, penggunaan gedung SLRT sebagai pelayanan terpadu penanganan kemiskinan.

Pembangunan gedung dalam dua tahun dan kini tengah dalam pembangunan lanjutan tahun 2020.

“Penyebab (kebakaran) kurang tahu, nanti kita tunggu penyelidikan aparat yang berwenang, kita tidak bisa memberikan statemen. Asal mula api seperti apa. Tapi ya Alhamdulillah sudah bisa tertangani Damkar,” ungkap Nia, Jumat (2/10).

Menurutnya, kebakaran terjadi cukup cepat, dalam hitungan menit. Lantaran besarnya angin sekitar lokasi. Api membakar bagian atap gedung.

Nia menjelaskan, bupati menyediakan gedung itu untuk memberikan ruang dan tempat bagi masyarakat yang memiliki permasalahan.

“Pak bupati apresiasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), sehingga memberikan anggaran yang lumayan. Kurang lebih hampir Rp7,5 sampai Rp8 miliar,” tutur Nia yang menjabat Manajer SLRT.
Penyebab kebakaran

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kabupaten Bandung, Ating Rochyadi menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB,

Dugaan penyebabnya karena korsleting listrik atau pengelasan pekerjaan pemasangan instalasi listrik pada gedung.

“Ini kan bangunannya belum selesai, masih dalam pengerjaan dan yang terbakar bagian atas, bagian atap, dimana terlihat ada instalasi listrik, mungkin sedang pemasangan ya,” jelas Ating.

Ia menyebut material bangunan mudah terbakar, seperti alumunium dan seng, sehingga api kecil pun akan cepat merambat, apalagi dengan hembusan angin cukup kencang.

Beruntung kebakaran bisa cepat tertangani. Sebab, akses pemadaman cukup mudah dan lokasinya dekat dari mako Disdamkar.

“Kami menurunkan lima unit kendaraan, terdiri dari tangki dan karba dari Mako Soreang, Mako Pacira dan Mako TKI,” pungkas Ating.

(fik)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *