BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

DLH Masih Tunggu Hasil Lab

SUKABUMI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, akhirnya angkat bicara soal monitoringnya yang dilakukan kepada PT Tambang Semen Sukabumi (TSS) dan PT Siam Cement Group (SCG).

Mereka berdalih, bahwa saat ini lembaga pemerintah yang menyikapai soal lingkungan itu, belum bisa memberitahukan hasil peninjauan ke lokasi tambang dan pemukiman penduduk yang diduga telah tercemar oleh aktivitas eksploitasi perusahaan asal Thalinad tersebut. Lantaran, uji laboratorium yang dilakukan DLH belum selesai.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Abdul Kodir mengatakan, monitoring DLH sengaja dilakukan sesuai dengan keluhan warga Kedusunan/Desa Tanjungsari, yang mengalami penyakit gatal-gatal dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa).

“DLH sudah menugaskan tim kelapangan sebanyak sembilan personel untuk melihat lokasi pertambangan dan mengambil air sumur warga yang terdampak dari perusahaan itu untuk dijadikan sample. Kemudian dilakukan pengujian di Lab,” jelas Abdul saat dihubungi Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, Jumat(26/1).

Pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci terkait hasil monitoring timnya tersebut. Sebab dirinya mengaku, air yang diambil dari pemukiman warga terdampak masih dalam tahap pengujian.

“Rencananya, Senin (29/1) mendatang, kami dapat mengetahui hasil dari Lab-nya seperti apa. Saat ini, kami belum bisa menduga-duga terkait penyakit gatal-gatal dan Ispa yang diderita oleh warga Tanjungsari itu.

Sebab, proses pengujiannya belum selesai. Nanti jika sudah selesai pengujian Lab-nya akan kami informasikan kembali seperti apa hasilnya,” tandasnya.(cr13/t)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button