Ditolak Naik KA Sukabumi, Calon Penumpang Ngamuk di Stasiun, Ini Gara-garanya

Petugas Stasiun KA Sukabumi saat menunjukan fasilitas loket yang rusak
PENGRUSAKAN: Petugas Stasiun KA Sukabumi saat menunjukan fasilitas loket yang rusak, Jumat (9/12).(foto : ist)

SUKABUMI — Loket Stasiun Kereta Api (KA) Sukabumi di Jalan Stasiun, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, dirusak salah seorang pria berinisial IT yang merupakan calon penumpang, Jumat (9/12).

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, insiden terjadi bermula saat pelaku hendak menggunakan KA Lokal Pangrango relasi Sukabumi-Bogor. Namun, saat melalui proses pemeriksaan calon penumpang tersebut tidak memenuhi persyaratan sehingga harus menunda keberangkatannya. Hal itu, memicu emosi pelaku hingga melancarkan aksi pengrusakan loket.

Bacaan Lainnya

“Ya, calon penumpang tidak menerima kondisi pada saat tidak diizinkan melakukan perjalanan KA oleh petugas karena belum memenuhi persyaratan. Seperti, tidak dapat menunjukan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah jika tidak dapat divaksin karena alasan medis, sehingga terjadi pengrusakan,” ungkap Kahumas KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa kepada Radar Sukabumi, Jumat (9/12).

Eva menerangkan, saat itu petugas sudah berupaya menjelaskan namun IT tidak mau menerima aturan yang berlaku dan sempat mendorong petugas boarding kemudian memecahkan kaca loket stasiun yang berdampak satu petugas luka terkena serpihan kaca.

“Atas kejadian tersebut, Daop 1 Jakarta menindak tegas oknum yang telah melakukan pengrusakan fasilitas stasiun, perbuatan tidak menyenangkan serta menciderai petugas yang sedang menjalankan pekerjaannya sesuai aturan,” bebernya.

Menurutnya, KAI Daop 1 Jakarta akan menindak tegas seluruh oknum yang melakukan tindakan anarkis di stasiun, sarana KA serta tindakan kekerasan atau perbuatan tidak menyenangkan pada petugas. “Seluruh calon pengguna diminta untuk menghargai petugas yang sedang menjalankan kewajiban dan tugasnya baik di stasiun dan di atas KA,” bebernya.

Saat ini, seluruh layanan di Stasiun Sukabumi tetap dapat berjalan dengan normal menggunakan dua loket lain yang tersedia. KAI Daop 1 Jakarta juga menegaskan, kelengkapan data vaksin merupakan salah satu persyaratan utama yang wajib dipenuhi calon pengguna jasa sesuai ketentuan pemerintah melalui Surat Edaran (SE) Satgas Covid dan Kementerian Perhubungan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19 agar perjalanan KA yang aman, nyaman dan sehat dapat diwujudkan.

“Petugas akan melakukan pemeriksaan tiket dan persyaratan protokol kesehatan sebelum calon pengguna naik KA,” bebernya.

Eva menambahkan, sistem pemeriksaan tiket sudah terintegrasi dengan aplikasi peduli lindungi, sehingga calon pengguna yang terdata belum melakukan vaksin sesuai ketentuan tidak akan diizinkan untuk melakukan perjalanan KA dan akan diarahkan untuk melakukan proses pembatalan tiket. Adapun, ketentuan persyaratan vaksin yang diterapkan sejak 30 Agustus 2022 sesuai surat edaran SE Satgas Covid-19 nomor 24 Tahun 2022  dan Kementerian Perhubungan Nomor 84 Tahun 2022 mengatur bahwa setiap calon pengguna KA Lokal dan Aglomerasi minimal telah vaksin dosis pertama. Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin namun wajib dengan pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *