Saat mengetahui peristiwa itu, dirinya langung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon untuk mendapatkan penanganan dari tim medis. Namun karena sarana dan prasarana tak memadai, korban saat ini rencananya akan dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
“Malam saya urusin Atikah di rumah sakit sampai pukul 02.00 WIB. Saya tidak mengerti, rumah sakit Jampang Kulon itu kenapa gak bisa menangani korban. Padahal, luka yang dialami Atikah akibat senapan itu, berada diluar daging dibawah kulit. Saya tidak tega melihat kondisi kesehatan korban yang terus merintih kesakitan,” paparnya.
Saat pihaknya melakukan koordinasi dengan tim medis RSUD Jampangkulon, dugaan sementara korban telah ditembak menggunakan senapan yang biasa digunakan untuk memburu babi. Kuat dugaan tersebut, lantaran peluru yang berada di bagian dada sebelah kiri korban terlihat sebesar jari manis.
“Saya belum bisa mengetahui motif apa yang menyebabkan Atikah diserang oleh dua orang yang menggunakan penutup wajah itu. Untuk itu, kami serahkan saja persoalan ini untuk ditangani secara serius oleh aparat kepolisian dari Polsek Ciemas. Sementara, kami akan fokus melakukan penanganan terhadap kondisi kesehatan korban,” papar Lesto.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ciemas, Aiptu Suyatno menjelaskan, saat pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mendalami kasus tersebut.
“Berdarkan olah TKP polisi mendapati sejumlah barang bukti. Diantaranya, tambang bewarna coklat kekuningan sepanjang dua meter, mukena putih dan kaus hijau milik korban yang bersimbuh darah,” pungkasnya. (cr13/e)



