Diskominfo Kota Sukabumi Sebut, 24 Kabar Hoax Menyerang di Tahun 2021

Kurnia Rahmandani
Sekretaris Diskominfo Kota Sukabumi, Kurnia Rahmandani

SUKABUMI— Sepanjang periode Januari hingga November, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Sukabumi menemukan informasi (kabar) teridentifikasi hoaks sebanyak 24.

Dari jumlah tersebut, 7 diantaranya kabar hoax yang menyangkut Covid-19. “Ada 24 kabar hoax yang kita temukan temukan diberbagai platform digital.

Bacaan Lainnya

Diantaranya WhatsApp,”ujar Sekretaris Diskominfo Kota Sukabumi, Kurnia Rahmandani, Kamis, (2/12).

Pria akrab Dani ini mengungkapkan, tujuh kabar hoax yang menyangkut dengan Covid-19 itu, diantaranya, tentang penerbitan sertifikat vaksinasi, dan bantuan sosial yang menggunakan akun palsu.

“Momen Covid-19 banyak pesan hoax yang menyangkut bantuan sosial. Padahal itu hoax,”terangnya.

Selain itu juga, ada yang menyatut atau mengatasnamakan Walikota Sukabumi. Setelah mendapatkan informasi, pihaknya langsung menginformasikan, bahwa berita yang mengatasnamakan Walikota itu hoax atau bohong.

“Setelah mendapatkan informasi dari Pak Walikota, dan berita itu bohong. Kami langsung menginformasikan itu lewat media sosial yang dimiliki Diskominfo. Diantaranya, media sosial IG, dan FB,”ujarnya.

Untuk itu kata Dani, pihaknya telah melakukan upaya untuk memutus penyebaran kabar hoak tersebut. Salah satunya, menayangkan informasi berisi cek fakta yang berasal dari keterangan narasumber yang berwenang.

“Makanya kita tayangkan informasi resmi dari sumber keterangan yang berwenang,”terangnya.

Selain itu juga, upaya lainya, yakni melakukan gerakan literasi digital kepada masyarakat dan ke seluruh Satauan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Dengan gerakan literasi digital kita berikan pemahaman mana berita hoax dan tidak,”akunya.

Untuk itu, pihaknya juga menghimbau, agar masyarakat selalu bijak dalam menyikapi setiap kabar yang beredar dan diterima melalui berbagai platform digital.

Dani juga mengingatkan, agar terhindar dari kabar hoaks dapat dilakukan beberapa langkah.

Seperti, selalu memeriksa sumber satu informasi, tidak terprovokasi judul provokatif, memastikan kredibilitas satu sumber informasi, dan tidak mudah membagikan satu informasi tanpa mengecek keabsahan informasi tersebut.

“Masyarakat lebih baik mengecek dulu kebenaran informasi yang diterima,”ujar Dani.

Dani mengungkapkan, Diskominfo akan terus meluruskan informasi-informasi bohong tersebut. Terutama yang menyangkut dengan nama Pemkot Sukabumi.

Begitu juga, pihaknya terus mencari kabar hoax yang menjadi trend atau sedang beredar yang dapat meresahkan masyarakat. “Kami akan terus mengcounter kabar bohong yang beredar di Kota Sukabumi,”pungkasnya. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.