DATA COVID-19 Update : 31 Maret 2020 pukul 16.00 WIB
Kasus PositifMeninggalSembuh
DKI Jakarta

747

83

48

Jawa Barat

198

21

11

Indonesia

1.528

136

81

Dunia (202 Negara)697.24333.257
BERITA UTAMASosok, Tokoh, Kadeudeuh

DISINFORMASI: Foto Viral Dokter Hadio yang Wafat karena Corona

RADARSUKABUMI.com – Viral di media sosial foto seorang pria dengan menggunakan masker berdiri di luar pagar menatap kedua anaknya yang diklaim sebagai sosok Hadio Ali Khazatsin, seorang dokter di Indonesia yang wafat karena terpapar virus corona.

Foto ini menjadi viral berkait unggahan akun Facebook Birgaldo Sinaga pada Senin 23 Maret 2020 lalu. Akun Facebook tersebut mengaitkan foto dengan momen terakhir dokter Hadio sebelum wafat, perpisahan terakhir dengan kedua anaknya.

Berikut narasinya:

THE LAST MOMENT DOKTER HADIO

Oleh: Birgaldo Sinaga

Saya bergidik mendapat kiriman foto pertemuan terakhir dokter Hadio dengan dua anaknya yang masih kecil dan istrinya yang masih mengandung.

Loading...

Dokter Hadio Ali Khazatsin, seorang neurolog bertugas di RS Priemier Bintaro. Dua minggu lalu, banyak pasien terpapar Virus Corona masuk rumah sakit.

Dokter Hadio turun tangan ikut menyelamatkan para penderita Covid 19.

Sayangnya beberapa hari setelah menangani pasien, Dokter Hadio positif terpapar Covid 19. Ia dikarantina. Ia diisolasi di RS Persahabatan.

Kerinduan yang membuncah pada anak istrinya tak tertahankan. Ia meminta izin pulang. Hanya untuk melihat dua buah hati dan istrinya yang masih mengandung.

Dokter Hadio tahu ia tidak boleh dekat dengan anak istrinya. Sesampai di depan pagar kayu berwarna coklat rumahnya, Dokter Hadio menelepon istrinya.

Ia mengabarkan sudah tiba di depan rumah. Ia meminta anak istrinya keluar rumah. Tapi ia meminta mereka tetap di teras depan pintu. Tidak boleh keluar.

Kedua anaknya berteriak kegirangan. Sudah lama buah hatinya ini ditinggal ayahnya.

Kedua bocah kecil itu patuh pada perintah ayahnya. Mereka tetap berdiri di depan teras. Istrinya juga demikian.

Di depan pagar pintu, dokter Hadio berdiri dengan kedua tangan di belakang.

Mulutnya terbungkus masker.Dari jarak 5 meter, ayah, ibu dan dua anak ini saling tatap. Tanpa suara. Hanya mata saling berbicara.

“Duhai..anak-anakku dan istriku…papa sangat mencintai kalian. Bersabar dan kuat ya”, batin dokter Hadio berbisik.

Dua anaknya hanya bisa memandang dari jauh. Mereka belum mengerti apa yang terjadi. Mereka belum mengerti mengapa ayahnya tidak berlari menyambut dan menggendong mereka.

Istri dokter Hadio punya firasat. Ia dengan cepat mengabadikan momen tak terlupakan ini. Ia mengambil hape. Memotret seketika. Dan ini menjadi momen terakhir pertemuan mereka.

“Selamat tinggal sayang..jaga anak2 kita ya sayang. I love you”, ujar dokter Hadio lirih sambil melambaikan tangannya.

Dokter Hadio masuk mobil berwarna biru tua. Di dalam mobil batinnya bergolak. Mengharu biru.

Mata saya berkaca-kaca saat melihat foto ini. Really sad.

Dokter Hadio selamat jalan ya…Kami semua mencintai dan mendoakan dokter yang terbaik..

Love you dokter…

Mari semua man teman..jangan kita sia2kan perjuangan dan pengorbanan dokter Hadio. Kita ikuti dengan disiplin seruan Presiden Jokowi social distancing..stay safe.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga

Konten yang diunggah akun Facebook Birgaldo Sinaga telah 1.300 kali dibagikan dan mendapat 526 komentar warganet. Namun setelah ditelusuri mengenai kebenaran atas klaim foto tersebut, situs berita dari Malaysia yakni majalahpama.my dengan judul artikel “Takut Bawa Balik Virus Conid-19, Dokter Ni Tak Mau Masuk Rumah. Tengok Anak Dari Jauh”.

Berikut isinya:

Bukan semua orang dapat bersama keluarga ketika tempoh Perintah Kawalan Pergerakan (PKP). Ada yang berpisah dengan keluarga kerana tuntutan kerja yang memerlukan khidmat mereka demi keselamatan negara. Paing terkesan, pengorbanan frontliners kita yang bekerja tanpa henti dengan risiko dijangkiti Covid-19 ini.

Seperti yang dikongsikan oleh Ahmad Effendy Zailanudin, beliau telah memuatnaik sebuah foto yang menceritakan tentang pengorbanan sepupunya yang bekerja sebagai seorang doktor:

Ikuti perkongsian beliau ini.

Gambar ini. Beliau cousin aku. He’s a doctor.

Dia juga punya keluarga. Punya anak2 yang rindukan dia.

Khidmatnya diperukan semasa Negara dalam keadaan masih dibelenggu wabak Covid19.

Begini cara dia berjumpa anak2. Dari jarak jauh.

Aku pun seorang ayah. Aku terkesan bila tengok gambar ini.

Ada perasaan dia..Perasaan anak2 dia.

Buat rakan2 FB, tolong lah. Ikut apa arahan yang dikeluarkan. Fikirkanlah perasaan orang lain. Kita Bersyukur sebab boleh duduk dengan keluarga di rumah. Main dengan anak2.

Kerana itu aku lantan bersuara bila ada pihak yang keras kepala. Tidak mengikuti arahan. Sebab perbuatan bodoh mereka ini, boleh menyusahkan orang lain.

Fikirkanah. Semoga Allah melindungi kesemua frontliner yang bertugas.

“Ya Allah permudahkan segala urusan mereka. Lindungi mereka dari sebarang mudarat. Berilah mereka kekuatan untuk terus berkhidmat.” Bukan mudah untuk berada dalam situasi mereka. Mental dan fizika perlu terus kuat, dalam kerinduan kepada keluarga. Marilah sama-sama kita mendoakan agar mereka diberi sebanyak-banyak kekuatan untuk menempuh ujian ini.

Foto dan postingan tersebut awalnya ada di akun Facebook Ahmad Effendy Zailanudin. Namun belakangan dihapus. Foto dan penjelasan serupa juga dimuat situs keluarga.my.

Selain itu, di kolom komentar ada warganet yang meluruskan informasi tersebut. Menurutnya, foto itu bukan dr Hadio dan anak-anaknya.

“Itu bukan foto alm. Dr Hadio dan anaknya. Pertama, kedua anak alm. perempuan. Kedua, pihak manajemen RSPB sdh memberikan konfirmasi bahwa alm. tidak turun tangan merawat pasien covid 19. Spesialisasinya memang tdk termasuk spesialisasi di lini terdepan penanganan covid 19. Ketiga, rumahnya tidak seperti itu. Sebaiknya direvisi postingannya. Khawatir ada yg copas/reshare, padahal tidak benar. Afwan,” tulis seorang warganet.

Untuk itu kesimpulannya, foto yang diklaim pertemuan terakhir Dokter Hadio dengan dua anaknya tidak didukung bukti kuat. Kabar dari Negeri Jiran menyebut, pria yang juga dilaporkan berprofesi sebagai dokter itu adalah warga Malaysia. (liputan6/izo/rs)

Sebelumnya berita ini terbit dengan judul: Dari Pagar, Dokter Hadio Ucapkan Salam Terakhir ke Anak dan Istri

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button