BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Disdikbud Kota Sukabumi Jangan Asal Renovasi Gedung SMPN 5

×

Disdikbud Kota Sukabumi Jangan Asal Renovasi Gedung SMPN 5

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi untuk melakukan renovasi gedung SMP Negeri 5 Kota Sukabumi juga disoroti oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten.

Kepala BPCB Banten, Rusmeijani Setiorini mengatakan, rencana renovasi tersebut harus didasari oleh kajian terlebih dahulu oleh BPCB Banten. Sehingga rekomendasi yang akan diberikan berlandaskan fakta-fakta ilmiah.

Bank bjb Tandamata

“Jika memang ingin dibangun, harus ada kajian terlebih dahulu dari BPCB Banten, sehingga rekomendasi akan didasarkan atas kajian tadi,” terangnya, kemarin (26/6).

BPCB juga mempertanyakan keberadaan Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) yang belum terbentuk terkait kekurangan jumlah tim.

“Sebenarnya, komunitas juga bisa diusulkan sebagai TACB sepanjang tersertifikasi, syaratnya harus ada keahlian di bidangnya seperti sejarah, antropologi dan lain-lain,” tutupnya.

Sementara itu, ketua Yayasan Dapuran Kipahare, Irman Firmansyah menambahkan, pihaknya berharap Peraturan Daerah (Perda) Cagar budaya Kota Sukabumi segera disahkan dan merefleksikan kebutuhan pelestarian cagar budaya yang terlihat mendesak.

“Semoga pembangunan SMPN 5 tidak akan mengubur sejarahnya, bahkan bisa mengangkat sejarahnya lebih tinggi melalui pelestarian bangunan dan ciri langgam arsitektur yang masih dijaga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Irman juga mengatakan bahwa gedung SMPN 5 yang berlokasi di jalan Siliwangi No. 57, Cikole, Kota Sukabumi itu menempati lokasi bekas bangunan Holland Inlandsche School (HIS) dan mewarnai sejarah pendidikan nasional masa Hindia Belanda. Hal ini terkonfirmasi melalui sebuah peta lama kota Sukabumi dalam buku Herineringen aan Soekaboemi yang ditulis J.M Knaud.

Sekolah tersebut merupakan sekolah dijaman kolonial Belanda yang dikhususkan bagi kaum bumiputera. Sekolah ini didirikan di beberapa daerah termasuk di Sukabumi sejak tahu 1914 sebagai jenjang pendidikan rendah (Lager Onderwijs) atau setingkat pendidikan dasar.

Bahasa pengantarnya adalah Belanda (Westersch Lager Onderwijs) seperti juga HCS (Holland Chinese School) yang sekarang menjadi SMAN 4 Kota Sukabumi. Bahasa pengantar ini yang membedakan dengan Inlandsche School yang menggunakan bahasa daerah. (upi/rs)