BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Diinfus, Muhriz Malah Berdarah-darah

×

Diinfus, Muhriz Malah Berdarah-darah

Sebarkan artikel ini

“Namun, sayang tim medis ini malah menyuruh siswa PKL (Praktik Kerja Lapangan) untuk memperbaiki infusan yang menyebabkan tangan anaknya mengalami luka hingga bersimpuh darah,” timpalnya.

Namun, dirinya menolak. lantaran pihak rumah rumah sakit telah menugaskan siswa PKL untuk membenarkan infusan itu. “Saya tolak, karena waktu saya tanya, ia menjawab, bahwa ia merupakan salah satu siswa yang tengah PKL di rumah sakit ini.

Bank bjb Tandamata

Saat itu, saya bilang bahwa anak saya bukan boneka, jadi tolong suster atau perawat yang benerin. Setelah itu, siswa PKL ini pergi. Namun, bukannya perawat yang datang.

Tetapi, malah siswa PKL itu yang datang sambil membawa pesan, kalau mau dibenerin ke luar saja sana,” timpalnya.

Setelah itu, Jho Muksin merasa bingung. Lantaran, anaknya yang tengah sakit panas disuruh ke luar.

“Waktu itu, saya mengalah dan diam. Setelah itu, karena darah anak saya terus menetes, saya lebih memilih pulang paksa, dari pada anak saya dibikin seperti bukan manusia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala bagian Tata Usaha RSUD Palabuhanratu, dr Asep Suherman, mengatakan bahwa kasus ini masih ditelusuri kebenarannya, sejauh ini pihaknya masih melakukan pengumpulan data kejadian tersebut.

“Kami ini lagi klarifikasi ke teman-teman UGD, Insya Allah besok (hari ini, 27/3), akan cepat ditindaklanjuti, khawatir ini adalah masalah miss komunikasi,” singkat dr Asep Suherman. (den/d)