BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Diinfus, Muhriz Malah Berdarah-darah

×

Diinfus, Muhriz Malah Berdarah-darah

Sebarkan artikel ini

“Saat berangkat ke rumah sakit, saya dalam keadaan panik dan tidak membawa uang. Karena bangun tidur langsung bergegas membawa anak ke rumah sakit.

Jujur saya merasa kecewa dengan pelayanan rumah sakit ini. Karena, saat saya meminta obat, petugas medis tidak memberikannya dengan alasan harus pakai tanda lunas,” paparnya.

Bank bjb Tandamata

Setelah itu, Muksin terpaksa pulang ke rumah dengan naik ojek untuk mengambil uang. Setelah mengambil uang, pihaknya masih harus mengantri di kasir, karena banyaknya pasien yang berobat ke rumah sakit tersebut.

“Setelah bukti lunas diberikan ke penjaga apotik, baru saya bisa mengambil obat syrup penurun panas buat anak saya. Setelah, sekitar 1 jam lamanya, kemudian saya keluar ke depan mencari sarapan untuk istri saya,” imbuhnya.

Namun, saat dirinya menghampiri anaknya, dikagetkan dengan istrinya yang tengah menangis. Lantaran, tidak tega melihat infusan yang dipasang di tangan anaknya banyak mengeluarkan banyak darah sampai menetes di baju istrinya.

“Saya tanya sudah melapor ke suster penjaga apa belum. Waktu itu, istri saya menjawab sudah melapor, tetapi faktanya bukannya dibenerin, malah diomelin,” tandasnya.

Karena khawatir terjadi sesuatu pada anaknya, akhirnya Jho Muksin langsung meminta tolong kepada tim medis untuk segera membenarkan infusan pada anaknya.