“Motifnya hanya nantang duel antar sekolah, ego mereka biasa nunjukin eskistensi dirinya, untuk memenangkan gengsi dan ketenaran nama kelompok sekolah mereka,” timpalnya.
“Jadi, mereka ingin eksis di medsos. Nah, waktu itu dari salah seorang dari meraka ada yang bagaian operator live streaming di akun Instragram. Ini nanti kita telusuri penyelidikannya. Langkah kepolisian mencari barang bukti, keterangan saksi-saksi dan secepat mungkin pelaku dapat ketangkap. Sementara ini, pelaku baru teridentifikasi 4 orang,” pungkasnya. (den/d)






