BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Data dan Fakta Video Sekum MUI Kabupaten Sukabumi Tenteng Senjata

×

Data dan Fakta Video Sekum MUI Kabupaten Sukabumi Tenteng Senjata

Sebarkan artikel ini
Video Sekum MUI Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video empat orang pria dengan mengangkat senjata sambil mengeluarkan kata-kata yang dinilai mengandung propaganda. Dalam video berdurasi 48 detik itu, tampak Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun, beserta 3 teman lainnya yang memegang senjata laras panjang dan membacakan potongan surat Al-Anfal ayat 60.

Sementara itu, kata-kata yang dinilai mengandung propaganda pada video tersebut yakni kalimat ‘Jadilah hamba yang membunuh bukan yang dibunuh. Perangi orang musyrik dimanapun mereka berada. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Takbir’.

Komandan Kodim 0607 Sukabumi, Letkol Inf Dedy Ariyanto mengatakan, dalam menyikapi video viral di media sosial tersebut, ia mengaku sudah memanggil keempat pria dalam video tersebut. Yakni, Ujang Hamdun, Rozak Daud, David dan Anton. Sewaktu mereka berada di Makodim 0607 Sukabumi, mereka telah mengklarifikasi dan menyebut bahwa video tersebut hanya bentuk keisengan saja.

“Baik, Alhamdulillah kita sudah kumpul termasuk semua pelaku yang ada dalam video tersebut dan beliau juga sudah mengklarifikasinya. Bahwa, beliau itu membuat video bukan dalam tujuan tertentu, tapi memang hanya iseng,” kata Dedy pada Senin (27/03).

Sewaktu melakukan klarifikasi, sambung Dedy, video tersebut dibuat saat mereka berencana untuk pergi ke Pondok Halimun pada (02/03) lalu. Kemudian ditengah perjalanan, terjadi hujan deras dan kendaraan mobil yang mereka tumpangi bermasalah.

“Karena waktu itu mau ke Pondok Halimun kemudian hujan dan mereka mampir, mobil juga ada kendala. Ketika di tempat makan itu iseng bikin video sambil bawa senjata,” imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai senapan yang digunakan pada konten video tersebut, Dedy memastikan jika senapan tersebut hanya senapan angin yang bentuknya mirip dengan senapan serbu militer.

“Senapan itu juga sudah kami amankan. Jadi, ada tiga pucuk senjata jenis senapan angin berikut pelurunya. Memang mereka tidak ada tujuan jelek. Apalagi, sampai ke arah radikal atau intoleran, tidak ada,” tandasnya.

Sementara, ketika ditanya soal peran Ujang Hamdun yang merangkap sebagai pembina narapidana teroris, Dedy menyebut, sejauh ini tak ada potensi terpapar atas kegiatannya tersebut. Terlebih lagi, video itu dibuat pada awal Maret 2023, tetapi terdeteksi pada pertengahan Maret 2023.

“Mereka ini aktif berkomunikasi dan ketika pertengahan bulan Maret itu, sudah melakukan klarifikasi bersama dengan teman-teman dari kepolisian. Namun ini masih terus berkembang kemana-mana. Sehingga beliau atau Ujang Hamdun juga meminta bantuan kepada kita supaya sama-sama untuk meredam ini,” bebernya.

Selain mengamankan tiga senapan angin, pihaknya juga mengambil buku majmu aurod yang bersampul Iqra dan beberapa peluru mimis.

“Mereka ini sudah minta maaf dan tidak akan mengulangi sekaligus memberikan edukasi ke yang lain jangan sampai membuat video seperti ini dan berujung pada keresahan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, ketika wartawan dari Radar Sukabumi hendak melakukan konfirmasi terkait video viral tersebut, Sekum MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun belum memberikan komentar apapun. (den)