BERITA UTAMA

Cerita Pemudik yang Terjebak Kemacetan di Pintu Keluar Tol Parungkuda

×

Cerita Pemudik yang Terjebak Kemacetan di Pintu Keluar Tol Parungkuda

Sebarkan artikel ini
Kemacetan panjang kembali terjadi di pintu keluar Tol Parungkuda, Sukabumi, sejak pagi hari, Rabu (02/04/2025). Berdasarkan pantauan, antrean kendaraan pemudik
Kemacetan panjang kembali terjadi di pintu keluar Tol Parungkuda, Sukabumi, sejak pagi hari, Rabu (02/04/2025). Berdasarkan pantauan, antrean kendaraan pemudik

SUKABUMI — Kemacetan panjang kembali terjadi di pintu keluar Tol Parungkuda, Sukabumi, sejak pagi hari, Rabu (02/04/2025). Berdasarkan pantauan, antrean kendaraan pemudik dimulai dari pintu exit tol hingga jalur utama yang menghubungkan area tersebut dengan jalan arteri di Sukabumi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi para pemudik yang harus bersabar menghadapi perjalanan menuju kampung halaman mereka.

Kemacetan yang terjadi di pintu keluar tol Parungkuda bukanlah hal yang asing selama musim mudik Lebaran, terutama menjelang puncak arus mudik. Volume kendaraan yang terus bertambah sepanjang hari menyebabkan antrean panjang yang bergerak sangat lambat. Kendaraan yang keluar dari tol harus berjuang melewati jalur sempit menuju jalan utama, di mana penumpukan kendaraan juga terjadi.

Bank bjb Tandamata

Pemandangan ini menjadi cerita khas setiap musim mudik di Sukabumi, di mana pintu tol seperti Parungkuda sering menjadi titik rawan kemacetan. Pengelola tol dan aparat terkait terus berupaya mengatur lalu lintas di lokasi ini untuk mengurangi dampak kepadatan, tetapi lonjakan kendaraan seringkali membuat situasi sulit untuk sepenuhnya terkendali.

Banyak pemudik yang berbagi pengalaman mereka selama terjebak dalam kemacetan di pintu keluar tol. Salah satunya adalah Abdulah (34), yang mengaku bahwa perjalanan mudiknya ke Sukabumi terasa lebih berat dibandingkan biasanya.

“Dari pagi sudah mulai terasa macet, begitu keluar dari tol langsung antre panjang. Kendaraan bergerak pelan, kadang berhenti sama sekali,” ujar Ateng. Meski menghadapi tantangan ini, ia tetap berusaha bersabar dan berharap dapat segera sampai di kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.