Dari sebanyak 27.820 SPPG yang telah beroperasi, jika dikalikan dengan insentif Rp6 juta selama 18 hari, kebijakan ini diproyeksikan dapat menghemat anggaran hingga Rp3,4 triliun.
Selain itu, BGN juga melakukan langkah efisiensi lain, seperti refocusing penerima manfaat selama peniadaan sementara MBG. Hingga saat ini, sebanyak 39.352 siswa penerima manfaat di 76 sekolah akan diefisienkan.
“Kami akan memfokuskan program MBG kepada anak-anak yang memerlukan intervensi pemenuhan gizi,” tuturnya.(*)






