Beras Kota Sukabumi Punya Kualitas

Beras Kota Sukabumi
Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Infantri Dedy Ariyanto bersama Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami dan unsur lainnya, saat melakukan panen raya.

SUKABUMI – Pemkot Sukabumi bersama Kodim 0607/Kota Sukabumi menggelar panen raya dalam rangka ketahanan pangan di Kampung Ciandam, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Minggu (22/5).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Sukabumi Andri Hamami, Dandim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Inf Dedy Ariyanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Andri Setiawan serta para penyuluh dan asosiasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatannya, Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami mengatakan, penen raya ini sebagai upaya bentuk ketahanan pangan yang dilakukan pemerintah daerah. Di mana, panen raya ini dilakukan dengan pengawasan dan pembinaan dinas terkait melalui program LP2B.

“Hari ini kita panen dengan komunitas LP2B dan ini suatu hal yang luar biasa karena mendapatkan bantuan dari kodim 0607/Kota Sukabumi yang memacu semangat petani untuk bertanam padi. Dan alhamdulillah hasil per hektarnya itu yang biasa 5-6 ton kita pacukan lebih dari itu,” kata Andri.

“Dan tadi bagaimana kita lihat efisiensi penanganan gabah. Dan ini kita juga berusaha bagaimana hasil efisiensi itu gabah maksimal. Kalau kita biasanya banyak terbuang,” sambungnya.

Diterangkan Andri, adapun yang luas lahan yang di panen di Wilayah Kampung Ciandam ini sekitar 1,56 Hektare. Tentunya, lahan tersebut merupakan lahan yang dilindungi, sehingga tidak boleh digunakan oleh pemukiman.

“Walaupun di sini juga ada pemukiman, kita mempertahankan itu supaya ketahanan padi ini bisa berlangsung. Semakin hari lahan pertanian ga ada bisa makan dari mana kita,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Infantri Dedy Ariyanto mengatakan, potensi hasil bumi khususnya tanaman padi di Kota Sukabumi mampu bersaing dengan daerah penghasil padi lainnya.

Bahkan hasilnya pun bisa mencapai kualitas premium. Untuk itu, pihaknya berupaya untuk mensejahterakan para Petani yang ada di Kota Sukabumi dengan memberikan modal pembibitan sampai penyaluran.

“Kalau para petani ini kemampuannya kan menanam sampai menjadi gabah dan menjual. Nah, di sini nanti kita pemerintah kemudian kami dari kodim melalui koperasinya mendorong. Jadi ada dua sistem program maupun mekanismenya.

Sehingga penyerapan gabah kemudian penyerapan beras dan hasil lainnya bisa kembali lagi menjadi tambahan para petani. Di sisi lain tengkulak, agen kemudian kualitas dari beras itu dan brand dari beras kota sukabumi ini bisa naik,” ujarnya.

“Tapi ekspos saja tidak cukup, kembali lagi objeknya harus petani. Petani yang harus diuntungkan kita membuat lahan LP2B itu tujuannya untuk mencapai ketahanan pangan di tingkat nasional, untuk mencapai kedaulatan pangan karena nanti ancamannya itu ke depan kalau misalkan kebutuhan pangan tidak tersedia terus yang nanam padi siapa makanya kita harus mulai, sebenernya ini sudah berjalan hanya kita mulai merajut kembali menjadi satu kesatuan rangkaian,” lanjutnya.

Dedy pun mendorong, Pemerintah Kota Sukabumi untuk memasukkan program modernisasi. Sebab dengan cara tradisional ini akan mengurangi pendapatan gabah petani, sehingga potensi kerugiannya bisa lebih efektif lagi. “Dan kembali lagi semua hasilnya akan memaksimalkan hasil yang didapat oleh para petani,” tambahnya.

Dedy berharap ke depan untuk program masih baru ini mudah-mudahan bisa berjalan dan akan ditingkatkan sampai ke corporate pertanian. “Kalau berhasil kita lanjutkan ke integrated farming. Kalau berhasil kita tingkatkan lagi,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, ketua Asosiasi LP2B, Nanang Gunawan mengungkapkan, hasil gabah di Kota Sukabumi terbilang cukup bagus. Di mana dari satu kwintal gabah bisa menghasilkan sebanyak 50,5 persen beras. “Memang ditiap kecamatan beragam. Yang paling baik kualitas gabah di Kecamatan Lembursitu bisa mencapai hasil 50,5 persen sedangkan di daerah lain, rata-rata hanya 50 persennya menjadi beras,” terang Nanang.

Namun sayang, lantaran kurang pengawasan dan ekspose, beras asal Kota Sukabumi kerap dicaplok dengan brand dari daerah luar Kota Sukabumi, bahkan hingga dioplos dengan beras lain. Sehingga kualitasnya menjadi jelek di pasaran.

“Namun demikian dengan adanya bantuan dari Kodim 0607/Kota Sukabumi melalui koperasinya, para petani dan kualieas beras di Kota Sukabumi bisa terjaga keasliannya,” pungkasnya. (cr1/t)

Beras Kota Sukabumi
Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Infantri Dedy Ariyanto bersama Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami dan unsur lainnya, saat melakukan panen raya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar