Bencana Alam Kabupaten Sukabumi, Hati-Hati Longsor Mengintai

Bencana-Sukabumi-2022

SUKABUMI – Bencana tanah longsor terjadi lagi di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi pasca hujan deras disertai angin kenjang yang terjadi, kemarin (9/6).

Satu unit rumah warga milik Nani Suryana di Kampung Ciawi Tali, RT 02/RW 03, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pun menjadi korbannya.

Bacaan Lainnya

Koordinator Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Nanang Sudrajat mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam bencana yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ini.

“Hanya saja, tanah longsor sepanjang 8 meter dengan tinggi 6 meter, mengakibatkan sebagian rumah milik Nani ambruk,” kata Nanang Sudrajat kepada Radar Sukabumi pada Kamis (09/06).

Rumah yang diisi dua kepala keluarga (KK) dari delapan jiwa itu, ambruk setelah terseret material tanah longsor. Akibatnya, sebagian peralatan rumah tangga rusak terseret longsor.

Setelah mengetahui kejadian bencana alam ini, BPBD langsung menginstruksikan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Nagrak untuk meninjau ke loksi kejadian.

Selain melakukan koordinasi bersama perangkat Desa Cisarua, P2BK Nagrak juga melakukan komunikasi dengan pemerintah Kecamatan Nagrak, Koramil, Polsek Nagrak, Tagana dan relawan lainnya guna assessment ke lokasi kejadian.

“Setiba di lokasi, petugas juga memberikan edukasi soal mitigasi bencana kepada masyarakat untuk tetap waspada,” ujarnya.

Saat ini, warga setempat yang merupakan tetangga korban bersama pihak keluarga terdamapak bencana tersebut, tengah berjibaku untuk melakukan gotong royong membersihkan material tanah longsor tersebut.

“Hasil asessmen petugas kami dilapangan, informasinya untuk kebutuhan mendesak akibat bencana alam itu, membutuhkan kkarung plastik atau bronjong dan karpet gulung,” pungkasnya.

Sementara itu, sejumlah alat berat diterjunkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jakarta-Jabar PPK 2.3 PUPR Provinsi Jawa Barat untuk mengevakuasi tebing yang longsor dan sempat menutup akses ruas jalan nasional Bagbagan-Jampangkulon. Informasi didapat, peristiwa longsor ini terjadi tepatnya jalan di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Diungkapkan PPK 2.3 Jalan Nasional Bagbagan-Tegalbuleud Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jakarta-Jabar M Abdul Aziz, tebing setinggi kurang lebih 5 meter tiba-tiba longsor saat terjadi hujan deras di wilayah Simpenan.

“Material longsor menutup badan jalan di kampung Cimapag, tepatnya di Kilo Meter 160+100 Ruas Jalan Bagbagan -Jampang Kulon,” ungkapnya.

Peristiwa tebing longsor dilokasi tersebut merupakan yang kedua kali, setelah sebelumnya pada 2 Juni 2022 lalu juga terjadi kejadian serupa. “Kejadian di tempat yang sama beberapa hari lalu.

Ini akibat kondisi tanah labil. Di lokasi, struktur tanah lempung berpasir yang mempunyai muai susut yang tinggi,” jelasnya.

Aziz menghimbau kepada masyarakat yang melewati jalur ruas Jalan Bagbagan-Jampang Kulon untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Mengingat jalur tersebut rawan terjadi tanah longsor dan pohon tumbang. “Masyarakat tetap waspada. Ketika ada hujan disertai angin, lebih baik menepi di tempat yang lebih aman,” imbuhnya. (cr2/den/radar sukabumi)

Bencana-Sukabumi-2022

Pos terkait

Tinggalkan Balasan